Transformasi Data Ordinal ke Interval dengan Minitab

Kalau pada tulisan sebelumnya, kita mentransformasikan data ordinal ke interval dengan menggunakan Excel, maka pada tulisan kali ini, kita akan mencoba menggunakan program Minitab. Pada dasarnya, program Minitab tidak memiliki fasilitas khusus untuk itu. Oleh karenanya, perlu dibuatkan Program Macronya. Terdapat Program Macro yang pernah dibuat oleh Budi Waryanto dan Yuan Astika Millafati dan dipublikasikan dalam Jurnal Informatika Pertanian Vol. 15 Tahun 2006. Program Macro tersebut silakan download disini. (Catatan: Saya hanya merubah sedikit program makro tersebut, yaitu pada baris ketiga. Pada program aslinya, hanya dapat menghitung 7 variabel sekaligus tetapi saya jadikan bisa menghitung 90 variabel sekaligus). (file tersebut disimpan di Ziddu. Bagi yang merasa terganggu dgn iklan disana, abaikan saja iklan tersebut Ini dilakukan karena WordPress tidak bisa menyimpan file notepad).

Sebelum menggunakan program tersebut, silakan ganti dulu nama filenya dengan nama yang lebih ringkas. Misalnya dalam contoh kita dengan nama konverum3.txt. Selanjutnya, ikuti tahapan-tahapan berikut:

1. Buka program Minitab. Tampilan awal program Minitab terdiri dari dua halaman. Halaman atas dinamakan halaman Session, untuk penulisan perintah-perintah. Halaman bawah dinamakan halaman worksheet untuk penulisan data.

2. Ketik data di halaman worksheet, misalnya kita punya dua variabel dengan masing-masingnya 10 data (lihat tampilan 1)

3. Setelah itu klik bagian kosong di halaman Session sehingga kursor kita berkedip-kedip pada halaman tersebut.

4. Setelah itu klik menu Editor, akan muncul beberapa sub-menu, kemudian klik Enable Commands. Setelah mengklik Enable Commands, dilayar Session kita akan muncul tulisan MTB > (lihat tampilan 1)

5. Selanjutnya, tuliskan perintah setelah MTB> sebagai berikut: %d:\konverum3.txt (ingat tujuan folder, tergantung pada penempatan file konverum3 tadi. Dalam contoh kita, file konverum3 terletak pada drive D.) (lihat tampilan 1)

Tampilan 1. Data dan Perintah

6. Selanjutnya tekan ENTER, maka hasilnya akan keluar seperti berikut:

Tampilan 2. Output pada Halaman Session

Pada halaman Session ini, pada bagian pertama dimunculkan tally dari variabel yang kita tempatkan pada kolom 1 (C1), kemudian diikuti dengan proses perhitungannya. Pada bagian kedua ditampilkan tally dari variabel yang kita tempatkan pada kolom 2 (C2), kemudian diikuti dengan proses perhitungannya. Demikian seterusnya, tergantung banyaknya variabel yang diolah.

Selanjutnya, pada halaman worksheet, nilai asli data kita secara automatis akan diganti (ditindih) dengan hasil transformasi ke data interval tersebut, seperti yang terlihat pada tampilan berikut:

Tampilan 3. Output pada Halaman Worksheet

5 Tanggapan

  1. pak maaf ini info berguns sekali, tp saya minta downlodan minitab nya pak bisa pak, tolong punten kirim ke email sy alamatnya

    Jawab:
    Maaf, saya tidak bisa mengirimkannya. Selain ukurannya besar (75 MB sudah dizip), saya juga tidak punya hak untuk mendistribusikannya (takut kena sweeping he he he). Tapi kalau mau mendownload yang versi trial 30 hari silakan masuk ke http://www.minitab.com.

  2. pak saya masih bllm ngerti mengubah data ordinal ke data interval dengan menggunakan skala likert. bisa menggunakan excel atau ada program yang bisa mengconvert data ordinal ke MSI. sebelumnya terima kasih

    Jawab:
    Bisa. Silakan lihat dua tulisan saya di blog ini mengenai transformasi data ordinal ke interval dengan Excel. (Junaidi)

  3. pak perintah ini ko error %d:\konverum3.txt kenapa?atau pada step 5 ga bisa jalan knp?thax…

    Jawab:
    Ada yang kurang dari perintah tersebut, yaitu tanda. Seharusnya %’d:\konverum3.txt’. Tapi kalau maksudnya setelah tampilan data display seperti diatas ada tulisan “* ERROR * No data in column. * ERROR * Extra line encountered: store c100 c101.” itu tidak apa2. Perhitungan kita sebenarnya sudah selesai di tampilan data display.(Junaidi)

  4. Pak, kalau boleh tanya di sheet session saya muncul kata-kata ini:

    * NOTE * Arithmetic fault, MISSING returned 1 times. Value out of bounds.

    Kemudia di worksheeet ga berubah angkanya setelah transformasi. Kira-kira kenapa ya Pak? terimakasih

    Kalau tulisan * NOTE * Arithmetic fault, MISSING returned 1 times. Value out of bounds. tersebut tidak masalah, karena tidak mengganggu hasil perhitungan kok (saya juga tidak tahu kenapa itu muncul). Tapi hasil perhitungannya, ketika dihitung ulang secara manual, tepat kok.
    Kenapa angkanya tidak berubah ? Kemungkinan datanya hanya ada dua kategori. Kalau hanya dua kategori, memang tidak akan berubah

  5. Terimakasih..Pak Jun, atas infonya…

    Sama-sama

Tinggalkan Balasan