Pada seri 1- 5 peramalan, kita sudah membahas tahapan estimasi model untuk metode peramalan sederhana, sekaligus cara memilih model terbaik dari model-model yang ada dengan menggunakan Program Minitab dan Excel. Kali ini, kita akan melihat fasilitas yang tersedia di SPSS (dengan catatan sekali lagi ini adalah untuk metode peramalan sederhana. Metode yang lebih lanjut akan dibahas pada seri-seri berikutnya).
Sebagai latihan, misalnya kita punya data penjualan selama 10 tahun, secara berurut sebagai berikut: 2, 3, 6, 9, 10, 11, 14, 16, 18, 27.
Buka program SPSS, ketikkan angka tersebut pada worksheet SPSS.
Selanjutnya klik Analyze > Regression > Curve Estimation. Akan muncul tampilan berikut:
Tampilan 1. Curve Estimation
Masukkan variabel Penjualan kedalam kotak Dependent(s). Pada pilihan Independent, klik Time (catatan: kalau data tahun juga diinput, kita bisa menggunakannya sebagai variabel independent. Jika tidak, maka periode waktu dalam output SPSS akan diurut berdasarkan data yang diinput yaitu 1, 2, 3 dstnya).
Pada pilihan Models, pilih model yang ingin kita uji. Di SPSS terdapat 11 alternatif model dengan persamaan sebagai berikut:.
| (1) Linear |
Yt =β0+β1T |
| (2) Logarithmic |
Yt =β0+β1ln(T) |
| (3) Inverse |
Yt =β0+β1/T |
| (4) Quadratic |
Yt =β0+β1T+β2T2 |
| (5) Cubic |
Yt =β0+β1T+β2T2+β3T3 |
| (6) Compound |
Yt =β0β1T |
| (7) Power |
Yt =β0Tβ1 |
| (8) S |
Yt =e(β0+β1/T) |
| (9) Growth |
Yt =e(β0+β1T) |
| (10) Exponential |
Yt =β0eβ1T |
| (11) Logistic |
Yt =(1/u+β0β1T) −1 |
Catatan:
ln = logaritma natural
e = bilangan 2,718282
u = nilai batas atas (upperbound) yang digunakan pada persamaan regresi logistik. Spesifikasi upperbound bernilai positif dan harus lebih besar dari nilai data terbesar pada variabel dependent. Nilai default dari upperbound adalah tak terhingga, sehingga 1/u = 0 dan dikeluarkan dari persamaan logistic. Jika kita tidak mengisi nilai upperbound berarti kita menspesifikasikan upperbound dengan nilai tak berhingga.
Dalam contoh kita diatas (lihat gambar), misalnya kita pilih dua model yaitu model linear dan Quadratic
Selanjutnya klik Save, akan muncul tampilan berikut:
Tampilan 2. Curve Estimation:Save
Pada Save Variables, conteng pilihan Predicted values dan Residual. Klik Continue dan OK.
Output SPSS untuk proses tadi diberikan sebagai berikut (hanya bagian terpenting yang ditampilkan):
Model Summary and Parameter Estimates
Dependent Variable: Penjualan
| Equation
|
Model Summary |
Parameter Estimates |
||||||
|
R Square |
F |
df1 |
df2 |
Sig. |
Constant |
b1 |
b2 |
|
| Linear |
.931 |
108.000 |
1 |
8 |
.000 |
-1.600 |
2.400 |
|
| Quadratic |
.956 |
76.019 |
2 |
7 |
.000 |
1.817 |
.692 |
.155 |
Dari tabel output dapat dirumuskan:
Model linear: Yt = – 1.6 + 2.4T
Model Kuadratik: Yt = 1.817 + 0.692T + 0.155T2
Kolom F, df1, df2, and Sig. menampilkan hasil uji F dari model (lihat penjelasan uji F ini pada tulisan-tulisan lainnya di blog ini). R Square mengukur kekuatan hubungan antara nilai variabel dependent sebenarnya (observed) dan nilai variabel dependent yang diprediksi model (fit). Dari nilai R square ini, terlihat bahwa model kuadratik adalah model yang lebih baik dalam menjelaskan kecenderungan data kita.
Output kurva fit selanjutnya secara visual memberikan kita penilaian nilai fit masing-masing model terhadap nilai observed-nya. Dari plot ini, terlihat bahwa model kuadratik lebih baik mendekati kecenderungan data dibandingkan model linear.
Selain membandingkan antara nilai fit dan nilai observednya, untuk pemeriksaan secara visual lebih lanjut, kita dapat melihat plot dari residual dibandingkan dengan nilai fit. Nilai residual adalah selisih antara nilai observed dengan nilai fit.
Namun, untuk menjaga agar tulisan ini tidak terlalu lambat di loading, penjelasan mengenai pembandingan antara nilai fit dan nilai observed tersebut, sekaligus forecasting dengan SPSS akan diberikan pada tulisan berikutnya (seri 6b Peramalan).










Blog yang bagus n berbobot….
Saya ingin tanya bagaimana cara memilih model persamaan yang tepat dari 11 model persamaan yang tersedia di SPSS? Apa yang mendasari pemilihan model tersebut?
Trims sebelumnya pak
saya mempunyai data jumlah uang beredar dengan contoh: 654.566. bagaimana cara merubah ke bentuk logaritma sehingga bisa diregresikan dalam bentuk persen?? data lain berupa inflasi. bi rate dalam bentuk persen. perlu penyesuaian data jumlah beredar dengan data inflasi dan bi rate. terima kasih. salam hangat