50 Riyal diganti 100 Riyal


Ini kisah nyata dalam perjalanan ibadah haji saya dan isteri.

Setelah tawaf , kami duduk-duduk melepaskan letih di depan Ka’bah. Tiba-tiba datang seseorang dengan membawa seorang anak (saya kurang yakin negara asalnya) dan bercerita bahwa ketika dia tawaf, tas pinggangnya diambil orang. Semua uangnya ada di dalam tas tersebut, sehingga dia tidak punya uang lagi untuk makan. Dia minta bantuan agar saya bisa memberinya uang.

Saya kemudian memberinya uang sebanyak 20 Riyal. Tapi anehnya dia menolak. Katanya terlalu sedikit, dan dia minta tambah menjadi 50 Riyal. Saya heran sekaligus mangkel. Minta bantuan, kok pakai patokan. 50 Riyal bukan jumlah yang sedikit (sekitar Rp 175.000 pada waktu itu). Apalagi keuangan saya juga pas-pasan waktu berangkat haji. Di negara orang lagi. Bagaimana kalau saya kehabisan uang? Kan malu kalau minta orang lain.

Tapi,  saya sadar. Ini di depan Ka’bah yang suci. Akhirnya, dengan ikhlas, saya berikan juga uang 50 Riyal tersebut.

Sobat-sobat tahu apa yang terjadi berikutnya ? Besoknya, ketika selesai shalat, kami (saya dan isteri) duduk-duduk di dalam Masjidil Haram. Tiba-tiba datang seorang perempuan (juga kami tidak tahu negara asalnya), memberikan uang sebanyak 100 Riyal pada isteri saya. Subhanallah. Allah dengan segeranya memberikan balasan dua kali lipat kepada kami.

Lalu, mengapa kita begitu takutnya menjadi miskin ketika ingin menolong orang ? Lalu, mengapa begitu tidak yakinnya kita dengan balasan Allah atas kebaikan kita

Satu Tanggapan

  1. menolong orang akan mendapat pahala.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: