Iklan

Mudah Operasi Matriks dgn Macro Add-In Matrix Excel (Seri Matrix bag.3)


Tulisan ini merupakan seri ketiga dari Add-ins Matrix Excel. Untuk memahami pembahasan berikut,sebaiknya terlebih dahulu membaca seri bagian 1.

Untuk mendapatkan macro dari add-in matrix, klik icon matrix seperti ini di toolbar Excel, maka akan muncul tampilan toolbar baru seperti berikut:

Kemudian klik Macros dan pilih Matrix Operations, maka akan muncul tampilan berikut:

Tampilan 1. Matrix Operations

Terdapat 15 (lima belas) pilihan operasi matriks yang tersedia dan dapat digunakan. Pada tulisan ini terlebih dahulu akan kita bahas 8 (delapan) pilihan operasi matriks dan sisanya akan kita lanjutkan pada tulisan berikutnya.

1. Transpose, Invers dan Determinan Matriks

Sebagai latihan untuk ketiga operasi matriks tersebut silakan ketik angka-angka matriks seperti tampilan di bawah ini pada range B4:D6 (Matriks Asli).

Tampilan 2. Operasi Transpose, Invers, Determinan

Setelah mengetik angka-angka matriks asli, dari menu tampilan 1, klik Transpose. Maka akan muncul tampilan berikut:

Tampilan 3. Matrix Operations: Transpose

Isikan pada matrix/vector A dengan range data kita yaitu B4:D6, kemudian pada starting from cell, isikan sel awal hasil transpose. Misalnya dalam contoh pada tampilan 2 adalah F4. Kemudian klik Run. Maka, hasil transpose akan muncul pada range F4:H6 (lihat tampilan 2).

Jika kita mengklik pilihan inverse dan determinan, tampilan yang muncul juga akan sama seperti tampilan 3 diatas. Masukkan range matriksnya dan starting from cell. Dalam contoh kita, range matriks tetap sama (karena kita menggunakan contoh matriks yang sama), sedangkan starting from cell untuk invers adalah B11 dan untuk determinan adalah F11.

2. Addition (penjumlahan), Substraction (pengurangan), Multiplication (perkalian) dan Scalar Multiplication (perkalian dengan skalar).
Sebagai latihan untuk ketiga operasi matriks tersebut silakan ketik angka-angka matriks A pada range B20:D22 dan matriks B pada range F20:H22 seperti tampilan di bawah ini:

Tampilan 4. Operasi Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Perkalian Skalar

Setelah mengetik angka-angka matriks A dan B, dari menu tampilan 1 klik Addition untuk penjumlahan. Maka akan muncul tampilan berikut:

Tampilan 5. Matrix Operations: Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Perkalian Skalar

Isikan range matriks A (yaitu B20:D22) dan range matriks B (yaitu F20:H22) dan starting from cell (J20), kemudian klik Run. Maka, hasil penjumlahan akan muncul pada range J20:L22 (lihat tampilan 4).

Jika kita mengklik pilihan substraction, multiplication, tampilan yang muncul juga akan sama seperti tampilan 5 diatas. Masukkan range masing-masing matriksnya dan starting from cell. Dalam contoh kita, range matriks tetap sama (karena kita menggunakan contoh matriks yang sama), sedangkan starting from cell untuk substraction adalah B27 dan untuk multiplication adalah F27.

Untuk perkalian dengan skalar, tampilan yang muncul hampir mirip dengan tampilan 5. Perbedaannya, isian matrix/vector B berganti menjadi constant k. Pengertian constant k adalah suatu nilai (skalar) yang akan dikalikan dengan matriks. Dalam contoh kita, matriks A kita kalikan 5 (5A) dan hasilnya terlihat pada range J27:L29.

3. System AX=B

Pilihan ini ditujukan untuk pemecahan sistem persamaan linear (ini juga pernah kita bahas, tetapi dengan cara yang berbeda).

Misalnya kita punya sistem persamaan linear (SPL) sebagai berikut:

3a + 2b + c + 6d = 123

7a + 4b + 3c + d = 200

2a + 2b + 4c + 3d = 199

4a + 3b + 2c + d = 125

Berapa nilai a, b, c dan d ? Untuk itu, tempatkan koefisien-koefisien (yang berada di sebelah kiri tanda =) pada persamaan di range B34:E37, kemudian tempatkan konstanta (angka yang ada di sebelah kanan tanda =) di range G34:G37. Lihat tampilan 6 di bawah ini.

Tampilan 6. Pemecahan SPL

Setelah mengetik angka-angka tersebut, dari menu tampilan System AX=B , maka akan muncul tampilan seperti pada tampilan 5. Isikan range koefisien (B34:E37) pada matrix/vector A, isikan range konstanta (G34:G37) pada matrix/vector B dan isi starting from cell dengan B40. Maka akan kita dapatkan pemecahan sistem persamaan linear, dengan nilai a = 14, b = -6, c= 39 dan d = 9.

Oke, sekian dulu tulisan ini. Lain kali kita sambung.

Iklan

5 Tanggapan

  1. maaf bapak, kak selalu gagal saya instalasi, selalu muncul microsoft visual basic nya

  2. Thanx atas infonya. Ditunggu tulisan lain yang berkaitan dengan diferensial, elemem hingga dan aplikasi excel pada bidang eksakta.

  3. bagus sekali

  4. asslmkm.maaf bapak saya mohon penjelasan tentang bagaimana cara menghitung angka pengganda output, pendapatan, pengganda tenaga kerja pada 28 subsektor pertanian menggunakan program excel? mohon dijelaskan cara menghitungnya secara lebih detail, Dan bagaimana caranya mengklasifikasikan dari 19 sektor menjadi 9 sektor, bagaimana menghitungnya dengan program excel?
    mohon sekali bantuannya. terimakasih

  5. bagaimana cara menghitung angka pengganda output, pendapatan, dan kesempatan kerja pada 28 subsektor pertanian menggunakan program excel? mohon dijelaskan cara menghitungnya secara lebih detail. dan bagaimana caranya mengklasifikasikan dari 19 sektor mengjadi 9 sektor, bagaimana menghitungnya?

    Cara menghitung pengganda output, pendapatan dan kesempatan kerja berapapun sektornya dengan excel pada prinsipnya sama. Coba lihat beberapa tulisan saya di blog ini yang membahas hal tersebut.
    Cara mengklasifikasikan dari 19 sektor menjadi 9 sektor, coba lihat kategori sektor yang digunakan BPS. Ada panduannya disana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: