Mempersiapkan Input Data untuk LISREL (Seri LISREL bag.2)


Dalam operasinya, Program LISREL membutuhkan input data dan input file (perintah). Untuk menyiapkan input data, LISREL menyediakan program PRELIS dan untuk menyiapkan input file, LISREL menyediakan program SIMPLIS sebagai bahasa perintah.

Pada dasarnya selain menggunakan PRELIS, input data untuk LISREL juga dapat ditulis dengan text documen. Demikian juga untuk input file, selain melalui SIMPLIS juga dapat disiapkan melalui bahasa LISREL itu sendiri. Namun demikian, alternatif tersebut tidak dianjurkan karena relatif sulit untuk dioperasionalkan. Oleh karenanya, pada seri LISREL bagian kedua ini hanya akan diuraikan tahapan-tahapan persiapan input data dengan PRELIS, dan pada seri tulisan LISREL bagian ketiga akan dibahas tahapan-tahapan input file (perintah) dengan SIMPLIS.

1. MENYIAPKAN INPUT DATA (Program PRELIS)

PRELIS adalah program suplemen dari paket program LISREL 8. PRELIS dapat menyimpan data mentah yang sebelumnya disimpan pada berbagai macam program seperti SPSS, EXCEL, SAS, data text, dan berbagai program pengolah angka lainnya. LISREL hanya dapat menjalankan model dari data mentah yang disimpan dalam PRELIS atau text document. Sehingga setiap data mentah yang disimpan pada program yang lain harus disimpan terlebih dahulu kedalam PRELIS. Selain untuk menyimpan data, PRELIS juga dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data dan manajemen data serta memberikan deskripsi awal dari data.

Sayangnya, pada student edition, program PRELIS dari LISREL hanya dapat mengenali data yang berformat SPSS (*.sav), Comma Delimited Data (*.csv), Tab Delimited Data (*.txt) dan Free Format Data (*.dat, *.raw)

Tapi jangan kuatir. Anda tetap dapat mengetik data di program Excel. Kemudian, sewaktu menyimpan data tersebut, simpanlah dengan “Save As” ke format CSV (Comma Delimited) atau ke Text (Tab Delimited). Dengan cara seperti ini, meskipun kita mengetik dengan Excel, kita bisa dapatkan file data yang berformat CSV atau TEXT yang bisa diolah Program PRELIS.

Pada bagian berikut ini akan kita bahas cara menyiapkan/menginput data yang berasal dari SPSS maupun yang berformat *.csv dan *.txt

2. MENYIMPAN DATA

2.1. File dari SPSS

Buka program LISREL, kemudian klik File dan klik Import Data. Akan muncul kotak dialog Open.

Tampilan 1. Kotak Dialog Open

Pada Look in, pilih folder tempat data disimpan. Pada Files of Type pilih SPSS for Windows (*.sav). Pada File Name pilih nama file (dalam contoh, nama file adalah latihan lisrel1). Kemudian klik Open.

Akan muncul tampilan Save As berikut. Isikan pada File Name nama file untuk menyimpan data PRELIS. Dalam contoh dibawah, kita beri nama lisrel1. Setelah itu klik Save.

Tampilan 2. Kotak Dialog Save As

Secara langsung file data SPSS kita akan tersimpan dalam bentuk file PRELIS dengan nama lisrel1.psf, dan akan tampil di layar seperti berikut: (keterangan: contoh data kita terdiri dari 6 variabel yaitu AGE (umur), SEX (jenis kelamin), RAS (suku), WORK (jenis pekerjaan), INC (pendapatan) dan EDC (pendidikan).

Tampilan 3. Hasil Prelis

 

2.2. File Data dengan Format Comma Delimited Data (*.csv), Tab Delimited Data (*.txt)

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, setelah mengetik data dengan Program Excel, anda bisa menyimpan ke format *.csv atau *.txt. Untuk mengimpor data dengan format ini ke PRELIS, tahapannya sebagai berikut: (Catatan: dalam mengetik data di Excel, nama variabel tempatkan pada baris pertama setiap variabel)

Buka program LISREL, kemudian klik File dan klik Import Data. Akan muncul kotak dialog Open, seperti tampilan 1 sebelumnya.

Dari tampilan 1 tersebut, pada Look in, pilih folder tempat data disimpan. Pada Files of Type pilih Comma Delimited Data (*.csv). Pada File Name pilih nama file. Kemudian klik Open.

Akan muncul tampilan Save As seperti pada tampilan 2 sebelumnya. Isikan pada File Name nama file untuk menyimpan data PRELIS. Setelah itu klik Save.

Setelah mengklik Save, akan muncul tampilan berikut yang meminta kita memasukkan jumlah variabel. Dalam kasus kita, jumlah variabelnya 6. Setelah itu klik OK.

Tampilan 4. Input Jumlah Variabel

Setelah mengklik OK, maka secara langsung file data yang berformat *.csv tadi, akan tersimpan dalam bentuk file PRELIS dengan format *. psf, dan akan tampil di layar seperti pada tampilan 3 sebelumnya.

Untuk file data dengan format *.txt, caranya juga sama dengan format *.csv. Hanya pada pilihan

Files of Type pada tampilan 1 diambil pilihan Tab Delimited Data (*.txt)

2.1.2. Menentukan Jenis Data

Jenis data dalam LISREL umumnya dibagi 2 yaitu dari continous dan data ordinal. Data dikatakan continous jika memiliki kategori lebih dari 15. Sebaliknya, dikatakan data ordinal.

Untuk menentukan jenis data klik Data kemudian Define Variables, maka akan muncul tampilan

Tampilan 5. Definisi Variabel

Setelah itu klik nama variabel dan klik Variable Type, akan muncul kotak dialog berikut:

Tampilan 6. Jenis Variabel

Tentukan jenis data. Jika seluruh data akan diperlakukan sama, klik Apply to all.

3. MEMBUAT MATRIKS COVARIANCE DAN CORRELATIONS

Input data pada LISREL dapat berupa data mentah maupun matriks covariance dan matriks korelasi. Jika ingin mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal ilmiah, kita tidak mungkin menyediakan data mentah. Solusinya adalah dengan memberikan data matriks covariance atau matriks korelasi.

3.1. Membuat Matriks Covariance

Setelah data mentah disimpan dalam PRELIS, klik Statistics dan klik Output Options pada bagian Statistics.

Akan muncul kotak dialog berikut:

Tampilan 7. Covariance Matrix

Pada moment matrix pilih covariances, klik save to file, kemudian tulis nama file untuk menyimpan matriks kovarians tersebut. Kemudian klik OK. Dalam contoh diatas data disimpan pada partisi hardisk D dengan nama file data1.cov

Data matriks kovarians akan tersimpan dalam format text documen. File tersebut dapat dibuka dengan program Notepad (bagian program Windows).

3.2. Membuat Matriks korelasi

Matriks korelasi dibagi dua yaitu :

  1. Matriks korelasi continous yang dihasilkan dari data continous. Untuk jenis ini PRELIS akan menghasilkan matriks korelasinya dalam bentuk Pearson’s Correlation.
  2. Matriks korelasi ordinal yang dihasilkan dari data ordinal. Untuk jenis ini PRELIS akan menghasilkan matriks korelasinya dalam bentuk Polychoric Correlation.

Dalam LISREL, data yang memiliki kategori lebih dari 15 dikategorikan sebagai data continous, sebaliknya jika kurang dari 15 secara otomatis dikategorikan sebagai data ordinal. Kita dapat merubah data ordinal/interval menjadi continous, tetapi tidak sebaliknya.

Terdapat empat jenis matriks korelasi untuk data ordinal

  1. Polychoric: matriks korelasi yang seluruh variabel memiliki skala ordinal dan juga diperlakukan sebagai ordinal
  2. Tetrachoric: matriks korelasi dimana seluruh variabel memiliki skala dichotomous (variabel dummy; 1 dan 0)
  3. Polyserial: matriks korelasi dimana variabel memiliki skala ordinal dan juga skala interval, yang diperlakukan sebagai ordinal.
  4. Biserial: matriks korelasi dimana variabel memiliki skala interval (continuos) dan juga skala dichotomous.

Untuk membuat matrik korelasi adalah sebagai berikut:

Setelah data mentah disimpan dalam PRELIS, klik Output Options pada bagian Statistics. Akan muncul tampilan berikut:

Tampilan 8. Correlations Matrix

Pada moment matrix pilih Correlations, klik save to file, kemudian tulis nama file untuk menyimpan matriks korelasi tersebut. Kemudian klik OK. Dalam contoh diatas data disimpan pada partisi hardisk D dengan nama file data2.cor

Data matriks korelasi akan tersimpan dalam format text documen. File tersebut dapat dibuka dengan program Notepad (bagian program Windows).

3.3. Membuat Asymtotic Covariance Matrix

Asymtotic Covariance Matrix merupakan perhitungan matriks varians dan kovarians yang dihitung berdasarkan data yang berdistribusi tidak normal. Matriks ini umumnya digunakan untuk metode Weigthed Least Square (WLS). Selain itu, asymptotic covariance matrix juga digunakan bersamaan dengan penggunaan polychoric matrix.

Untuk membuat Asymtotic Covariance Matrix adalah sebagai berikut:

Setelah data mentah disimpan dalam PRELIS, klik Output Options pada bagian Statistics. Akan muncul tampilan berikut:

Tampilan 9. Asymptotic Covariance Matrix

Klik Save to file pada Asymptotic Covariance Matrix, kemudian tulis nama file tempat penyimpanan di bawahnya. Kemudian klik OK. Dalam contoh diatas data disimpan pada partisi hardisk D dengan nama file data3.acm

Data matriks asymtotic covariance akan tersimpan dalam format text document. File tersebut dapat dibuka dengan program Notepad (bagian program Windows), namun demikian nilainya tidak dapat dibaca dengan Notepad. Tetapi file tersebut tetap memiliki nilai dan dapat dipergunakan untuk analisis.

18 Tanggapan

  1. Ass… pak terimaksih dengan tulisan bapk, saya sangat berguna untuk referensi saya…!dengan adanya pembelajaran lewat tulisan bapak….! mudah-mudahan kebaikan bapak mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT… dari gatot jariono, mahasiswa PPs. UNJ Program S3. Angk. 2012

  2. TERIMA KASIH LATIHANNYA PAK….BEBERAPA KALI SEMPAT GAK JALAN…….AKHIRNYA BISA …..

  3. tulisan Bapak sangat membantu saya memahami analisis SEM dengan program Lisrel

  4. assalamu’alaikum pak…..
    saya mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir, saya bingung memasukan data mentah ke spss / excel sebelum diimport ke lisrel, saya menggunakan data ordinal, skala likert SS, S,R,TS,STS… saya sudah coba input tapi setelah diimport dan diolah munculnya fatal error ….
    bagaimana pak seharusnya format data mentahnya…
    terimakasih… Mhs UIN SYAHID Jakarta

  5. pak, dalam skripsi saya, saya kan pake path analysis dengan menggunakan software LISREL,, nah datanya itu data panel, cara input data mentahnya gmn ya pak?
    terima kasih,, 🙂

  6. Tulisannya sangat bermanfaat pak. Sedikit pertanyaan pak, bagaimana menyusun data panel di SPSS pak? Misalnya kita menggunakan sampel 30 nama provinsi dengan menggunakan beberapa variabel, seperti pertumbuhan ekonomi, indeks disparitas, dan lain-lain, untuk periode 3 tahun. Mohon penjelasannya pak, saya kebingungan bagaimana cara menyusun datanya. Terima kasih pak.

  7. assalamualaikum.
    wah..tulisan bapak sangat membantu sekali.

    saya ingin bertanya dengan bapak..semoga bapak bisa membantu.
    saya ini sedang menyusun tugas akhir analisis statististik correlasi dengan ms excel, spss, dan lisrel.
    pada program ms excel dan spss nilai outputnya sama, tetapi mengapa pada program lisrel hasil outputnya beda ya pak?? apakah hasil output pada spss dan lisrel harus sama atau memang tidak? jika tidak mengapa bisa demikian?
    mohon penjelasannya ya pak.
    terima kasih banyak. 🙂

    Harusnya sama apapun software yang digunakan. Kalau terjadi perbedaan, kemungkinan kesalahan dalam penetapan jenis output atau metode perhitungannya. (Biasanya pada software statistik ada pilihan-pilihannya)

  8. Yth.Bapak Junaidi
    Saya lagi menyusun tesis menggunakan SEM dengan aplikasi program AMOS..berdasar data yang ada ternyata setelah dilakukan spesifikasi model (sesuai referensi) termasuk second order factor analysis dan ketika running program tdk menghasilkan output (ada keterangan unidentified). Yang menjadi pertanyaan saya..
    1. Bagaimana proses untuk second order factor analysis itu?
    2. Bagaimana supaya model menjadi identified?
    Demikian mohon penjelasan Bapak. Terima kasih banyak.

  9. Bpk Yth.
    Saya punya data 62 perusahaan yan dianalisa variabel keuangan ada 3 selama tahun 2000-2007. Data tersebut sudah saya siapkan dalam bentuk panel. Saya menggunakan model random efek. Pertanyaannya,
    1. Apakah data saya bisa dianalisis dengan lisrel?
    2. Bagaimana teknik analisisnya untuk mengetahui model persamaan random efek, menguji autokorelasi, heteroskedastisitas dan multikolinieritas dan uji t/uji F nya?

  10. terima kasih banyak ya pak atas tulisan bapak semuanya bermanfaat, thanks for everything

    Sama-sama mbak. senang jika bermanfaat

  11. Oia..satu pertanyaan lg Pak Junaid. Pada analisis CFA kan ada 2 syarat variabel dikatakan valid atau tidak :
    1. Nilai t loading factornya lebih besar dari nilai kritis (t >= 1.96) , dan
    2. Muatan loading factornya >= 0.7 atau 0.5

    Pertanyaa saya: Mungkin gak jika salah satu syarat tsb diatas hanya dipenuhi salah satunya? Misal nilai t loading factornya lebih besar 1.96, namun muatan loadingnya kurang dari 0.5? Apakah jika demikian apa kesimpulannya, validkah atau tidak?

    Karena saya menemui hal yg demikian itu pak. Dari 5 variabel, 2 variabel yg berkesimpulan seperti itu. Mohon pejelasannya pak. Terima kasih banyak

  12. Pak, mau tanya tentang input data di Lisrel. Stelah saya melakukan prosedur penyimpanan matrik korelasi atau kovarian kok gak muncul ya bentuk struktur matriksnya? Kira2 apa yg terjadi, mohon penjelasannya. Terima kasih

  13. Pak junaid…supaya bs donlot jurnal yg gk gratis di situs ini http://online.sagepub.com gmn ya? Kebtulan bnyak jurnal ttg SEM yg bagus disitu. Apakah harus membayar spy bs donlot? Atau bapak punya username and passwordnya yg bs saya pjm he..he..he.

    Terima kasih.

    Ya, itu sih memang berbayar. Cari yang gratisan saja. Soalnya untuk ukuran kita, mahal sih. Ada yang satu artikelnya sampai $ 20 (sekitar Rp 200.000). Sayangnya saya tidak punya passwordnya. Kalaupun ada, ya tetap tidak bisa, karena di sagepub tersebut, kayaknya pasword kita hanya berlaku pada ip waktu mendaftar

  14. Wah..terima kasih banyak pak junaid info link-nya di atas, sangat membantu. OK…semoga sukses dgn pekerjaannya.. 🙂

  15. Assalamualaikum. Baru kali ini saya menemukan dosen yg dg baik hati sharing ilmu -dg gratis tentunya-. Semoga ilmunya bermafaat pak 🙂

    Saya mw tanya pak junaid, kbtulan saya lg skripsi ttg SEM. Untk teknis olah datany d LISREL insyaallah gk ada mslah (tp ntr kl ada mslah saya tnya pak junaid aj he…he). Prtanyaan saya : Bgmn cara mghitung manual estimasi parameter SEM dg MLE? Kl bs tolong djelaskan detail dan kasih contoh dg data pak ya….Dan jg buku apa yg menjelaskan detail ttg hal itu. Terima kasih banyak atas bantuannya

    Wa’alaikum salam. terimakasih sanjungannya. Memangnya dosen itu ada yang tidak baik hati ? he…. he…. he…. Contoh menghitung manual estimasi parameter SEM dengan MLE ? Mudah-mudahan nanti akan dipostingkan di blog ini. Tapi sabar ya. Mungkin agak sedikit lama, maklum lagi ada pekerjaan. Tapi, kalau mendesak, ada artikel yang cukup bagus di internet yang memberikan tahapan sekaligus contohnya.
    Judulnya: Estimation in SEM: A Concrete Example oleh John M. Ferron and Melinda R. Hess. Coba klik disini

  16. mas mau tanya, saya mengipor data dari spss (masih data mentah) pake prelis..kok keluar angka -0,9999 itu maksudnya pa?? padahal dari SPSS datanya numeric.dari skal likert..apakah ada yang salah??? t6idak semua data berubah jadi angka itu, hanya beberapa data dan itu acak..kira kira bagaimana penyelesaiannya?? terimakasih banyak

    Coba dicopy datanya ke Excel, kemudian impor data dari file Excel tersebut. Mudah-mudahan bisa

  17. terima kasih atas tulisannya, semoga tulisan ini dapat membantu kami dalam mengerjakan tugas.

    tias-unibraw malang

  18. makasih pak atas infonya, salam mhs Jogjakarta

    Jawab: Ya, sama-sama. Saya juga pernah tinggal di Jogjakarta. Kota yang nyaman untuk belajar. (Junaidi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: