Transformasi Data Ordinal ke Interval dg Excel (Kasus Kategori Tidak Terisi)


Tulisan ini merupakan pengembangan dari tulisan sebelumnya mengenai Transformasi Data Ordinal ke Interval dengan Excel. Erlangga Putra, salah seorang pengunjung blog ini menghadapi kasus dimana tidak semua kategori dari datanya terisi penuh, dan ketika mengaplikasikan rumus-rumus pada tulisan tersebut menghasilkan #DIV/0! (nilai tidak dapat ditentukan, karena dibagi dengan 0).

Saya mencoba mengembangkan rumus-rumus tersebut dengan memanfaatkan fungsi IF dalam Excel, sehingga dapat diaplikasikan untuk mentransformasi data ordinal ke interval, meskipun tidak semua kategori yang terisi. Mudah-mudahan ini dapat membantu khususnya untuk Erlangga Putra maupun pengunjung lainnya yang menghadapi kasus yang sama.

Misalnya kita punya data mentah yang telah diketik pada kolom A mulai dari baris 17 (atau sel A17) sampai baris 36 (sel A36).

Berikut pengembangan dari rumus-rumus yang digunakan dalam mentransformasi data tersebut. (Catatan: untuk memahami pengembangan rumus-rumus ini silakan lihat dua tulisan saya sebelumnya mengenai transformasi data ini)

  • Ketik angka 1, 2, 3, 4, 5 secara berurut ke bawah mulai dari sel A4 sampai A8 (lihat kolom row pada tampilan di bawah)
  • Tulis rumus =COUNTIF(A$17:A36,A4) di sel B4. Selanjutnya kopi sampai ke sel B8. (lihat kolom ordinal pada tampilan di bawah)
  • Di sel B9 tulis rumus =SUM(B4:B8 )
  • Di sel C4 tulis rumus =A4*B4. Copy sampai sel C8 (lihat kolom frek pada tampilan di bawah)
  • Di sel D4 tulis rumus =B4/B$9. Copy sampai sel D8
  • Di sel E4 tulis rumus =IF(E3<1,D4+E3,0). Copy sampai sel E8
  • Di sel F4 tulis rumus =IF(E4=1,0,IF(E4>0,NORMSINV(E4),0)). Copy sampai F7. (lihat kolom z_val)
  • Di sel G4 tulis rumus =IF(E4=1,0,IF(E4>0,NORMDIST(F4,0,1,0))). Copy sampai G7 (lihat kolom z*_val)
  • Di sel H4 tulis rumus =IF(B4>0,(G3-G4)/(E4-E3),0). Copy sampai H8 (lihat kolom sv)
  • Di sel I4 tulis rumus =IF(B4>0,H4+ABS(MIN(H$4:H$8))+1,0). Copy sampai I8. (lihat kolom interval)
  • Di sel B17 tulis rumus =IF(A17=1,I$4,IF(A17=2,I$5,IF(A17=3,I$6,IF(A17=4,I$7,I$8)))). Copy sampai B36.

Catatan: Sdr juga dapat mendownload file latihan Excel tersebut disini

(File tersebut disimpan di Ziddu. Bagi yang merasa terganggu dgn iklan disana, abaikan saja iklan tersebut.ย  Ini dilakukan karena WordPress tidak bisa menyimpan file Excel).

Ok. Berikut tampilan hasil dari latihan yang pernah saya coba mengikuti langkah-langkah di atas (dalam kasus ada dua kategori dengan frekuensi kosong yaitu kategori 3 dan 4)


Tapi, bagi Anda yang tidak mau repot-repot menyusun rumus tersebut, tersedia paket program yang siap pakai yaitu Program Odi. Silkan klik disini untuk penjelasan lebih lanjut mengenai program Ordi


15 Tanggapan

  1. assalamaualaikum…
    pak maaf sblmnya mau nanya…
    yg data ordinal tu maksudnya berapa orng yg menjawab 1, 2, 3 dst y pak…
    mhn penjelasannya pak…terima kasih atas penjelasannya pak…

  2. pak jika ingin mengubah data ordinal ke interval dengan MSI dari suatu matriks bagaimana caranya pak?

  3. Pak Mhon Bantuannya, saya mengalami masalah dalam mentransformasi data ordinal ke interval, saya telah ikuti artikel ini namun tidak paham juga, besar harapan saya bapak bisa membantu saya,.. berikut datanya

    data ordinal Frekuensi
    1 50
    2 48
    3 49
    4 50

    bagaimana cara mentransformasikannya ke skala/data interval dengan menggunakan microsoft excel Pak ?? terimakasih ๐Ÿ™‚

  4. Ass.WT.WB…
    salam kenal Pak, saya mediana di STIEPAS, sy menambahkan jml datanya di tahap 3 tp kok hasilnya dr
    z*_val

    FALSE
    FALSE
    FALSE
    0.377888943
    Apa yg salah ya pak?

  5. Ass, pak untuk file excelnya tidak bisa d download, buktinya ada keterngan,The file You are looking for…
    mohon bantuannya pak, saya membutuhkan file tsb untuk saya pelajari,,trimkasih pak ๐Ÿ™‚

    Maaf, sepertinya memang sudah didelete oleh admin ziddu. Dulu wordpress tidak memperkenankan upload file excel, jadi terpaksa saya masukkan ke ziddu. Nanti akan diperbaiki

  6. mas aq mau nanya apakah data ordinal bisa dirata-ratkan..???
    mohon penjelasannya mas…
    makasih sebelumnya…

  7. assalamualaikum pak..
    saya senag dengan tulisan bapak ….
    bisa tidak pak buat tip and trik mengunakan smart PLS..saya tunggu pak tulisan secepatnya
    terimah kasih

  8. Assalalamualaykum bapak, ini dengan zulbanawa lg bapak. Terima kasih sebelumnya atas bantuannya. 1.menurut bapak, apakah analisis jalur ini dapat digunakan untuk penelitian yang sederhana. misalnya hanya mencari F hitung dan T hitung saja?
    2. terdapat perbedaan yang mencolok antara analisis jalur dan regresi berganda yakni adanya nilai konstanta (a) pada bentuk persamaannya, menurut bapak, apa dan bagaimana nilai “a” itu sendiri pengaruhnya terhadap hasil persamaan regresi itu sendiri?

    Analisis jalur dapat dikatakan sebagai analisis regresi linier dengan variabel-variabel yang dibakukan (standarized). Karenanya, koefisien jalur pada dasarnya merupakan koefisien regresi baku. Jika kita menggunakan nilai yang distandarkan dalam regresi biasa juga tidak akan menghasilkan nilai a (konstanta). Jadi sebenarnya sama saja perhitungannya.
    Dalam analisis jalur yang kita uji adalah keberartian koefisien jalur. Jadi bisa menggunakan uji t.

  9. Assalamualaykum bapk, timakasih atas jawaban n alamt lengkapnya. saat ini, saya sudah mengaplikasikan metode manual u/ excel yg sdh bpk jlaskan di atas. sbgai informasi data yang sya ordinal yang saya miliki datanya kosong di skala 1 dan 2 serta ada juga yg cma pada skala 1 sja. yang saya ingin tanyakan:
    1. apa langkah-langkah di atas bisa untuk masalah yang sya hadapi?
    2. pada kolom z*_val pada transformasi data saya muncul “False” u/ variabel data yang kosong. apakh itu mempengaruhi hasil transfomasi data atau tidak?

    Langkah-langkah manual tersebut bisa dilakukan. Pesan False tersebut tidak akan mempengaruhi hasil transformasi

  10. Assalamualaykum bpk, langsung saja. kuisioner sya punya lima variabel (x1,x2,x3,x4, dan Y). sya gunakan likert dengan skala 1-5. responden saya adalah 100 org. u/ seluruh variabel x, butir pertanyaannya ada dua, sehingga sya membuat rata-rata u/ mengetahui skala pada setiap variabel. sedang butir untuk Y cma satu pertanyaan. nah…. untuk merubah data sya k interval, boleh tidak sya hanya mengubah hasil akhir dari setiap variabel (rata-ratanya saja) atau mesti satu-satu? trima kasih atas jawabannya….

    Harusnya diintervalkan satu-satu, karena sesuai dengan sifatnya, data ordinal tidak boleh dirata-ratakan.

  11. Asw. Sblmnya, sy brterima ksih byk kpd Bpk atas artikel2nya yg sungguh sangat bermanfaat.. Smoga ini jd amal bapak yg terus mengalir hingga hari kiamat..
    Langsung saja, Pak. Saya mau tanya, apakah data yg akan ditransformasi itu dimasukkan/ditransformasi per variabel (pertanyaan) atau per objek (responden) atau bisa serentak kita masukkan semua..??
    Misal :
    No. X1 X2
    1 4 5
    2 4 3
    3 3 4
    4 4 4
    dst.
    Apakah data X1 dulu dtransformasi, terus X2; atau
    data responden 1 dulu, trus resp 2 dst; atau
    dimasukkan serentak semua data?
    Makasih sblmnya.
    Wasw.

    Arif – Malang

    Data ditransformasi per variabel. Karena transformasi didasarkan karakteristik data pervariabel

  12. Ass…..
    Pagi Pak,
    Makis ya Pak untuk penjelasannya pada artikel ini. Ini sangat membantu saya krn pada data saya juga terdapat kategori yang tak terisi.
    Wah, wah , wah…..Salut sama Bpk!!!

    Terimakasih kembali

  13. Selamat hari Raya Pak Junaidi……, maaf lahir batin…

    Sama-sama Pak. Minal Aidin wal Faidzin. Maaf lahir dan batin

  14. maaf nambah lagi pak
    karena melalu metode excel yg bapak berikan
    nilai interval sebesar 1 “selalu mulai” muncul di kategori yang memiliki frekuensi saja.
    berdasarkan informasi yg saya dapat, nilai kategori 1 kan memang besarnya selalu 1.
    terima kasih.

    Mengikut rumus Hays, W. L, (1976) dalam buku Quantification in Psychology. Prentice Hall, maka memang angka terkecil akan menjadi 1 dalam transformasinya. Ini bisa dilihat dari rumus Hays yang saya transformasi menjadi rumus Excel pada tulisan diatas seperti ini: =IF(B4>0,H4+ABS(MIN(H$4:H$8))+1,0). Rumus ini mentransformasi nilai skala (H4) menjadi nilai interval. Perhatikan rumusnya yaitu nilai skala (H4) ditambah nilai absolut dari angka terendah dari nilai skala (ABS(MIN(H$4:H$8). Pada angka terkecil, penjumlahan ini akan selalu bernilai nol (sesuai tahapan-tahapan perhitungan sebelumnya). Nah, kemudian +1, sehingga angka terkecil akan selalu bernilai 1.
    Lalu bagaimana kalau angka terkecil kita adalah 2 atau 3 ?. Apakah rumus tersebut boleh diganti, yaitu +1 nya diganti dengan +2 atau +3 ? Sampai saat ini saya belum menemukan literatur yang menyatakan itu. Juga, dari berbagai penelitian yang pernah saya baca, juga tidak ada yang mencoba mengganti rumus +1 tersebut menjadi angka lain.
    Tapi, saya memang tidak terlalu mendalami filosofi rumus Hays ini. Mudah-mudahan Mbak Dika, atau pengunjung lainnya bisa menemukan literatur yang bisa menjelaskannya lebih jauh. Kalau nanti ketemu, bagi-bagi ke blog ini ya

  15. Pak Junaidi
    seandainya kategori dengan frekuensi kosong nya adalah kategori 1 dan 2, apakah nilai interval 1 pasti jadi patokan minimal di kategori 3 nya?
    dngn kata lain, misalkan hanya kategori 4 dan 5 yang terisi, apakah nilai interval 4 adalah 1 ???
    terima kasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: