Iklan

Mulailah untuk Tidak Berburuk Sangka pada Keadilan Allah


Ini pengalaman kecil, waktu saya menunaikan ibadah haji.

Sudah beberapa hari saya di tanah suci. Sudah beberapa kali juga melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah. Dan sudah beberapa kali juga saya mencoba mendekati Hajaratul Aswad untuk menciumnya. Namun selalu tidak berhasil. Begitu padatnya orang dan begitu berebutnya mereka yang berniat sama dengan saya.

Sampai suatu ketika, setelah shalat berjamaah, saya mengikuti shalat jenazah karena ada jama’ah haji yang meninggal. Nah, dalam kondisi shalat tersebut, pikiran saya terganggu. Begitu tidak adilnya Tuhan, karena tidak pernah memberikan kesempatan kepada saya untuk mencium Hajaratul Aswad walaupun saya sudah mencoba beberapa kali. Sementara orang lain mendapatkan kesempatan untuk itu.

Krakkk ……. Sebuah kaki menghantam kaca mata saya. Sesuatu yang tidak mungkin sebenarnya. Walaupun tidak semua jamaah mengikuti shalat jenazah, dan ada jamaah berlalu lalang di depan kita waktu shalat, tetapi tidak mungkin kaki tersebut sampai menyentuh kaca mata saya. Kaca mata itu terletak sejajar diantara dua kaki saya. Kaki orang tersebut seakan-akan sengaja digerakkan membelok ke arah kaca mata saya.

Astaghfirullah Al Azim. Subhanallah. Pandangan saya (dalam arti kiasan yaitu pemikiran) sudah berburuk sangka pada keadilan Allah. Saya mendapatkan teguran melalui pecahnya alat bantu pandangan saya (dalam arti sebenarnya yaitu kaca mata).

Mungkin saja saya tidak diberi kesempatan mencium Hajaratul Aswad karena Sang Maha Penyayang mengetahui bahwa fisik saya lemah dan akan cedera jika ikut-ikutan berjubel dan berhimpit-himpitan. Mungkin saja saya tidak diberi kesempatan karena Sang Maha Tahu mengetahui lemahnya iman saya, sehingga takut saya akan menjadi riya, merasa hebat atau mungkin merasa keramat karena sudah berhasil mencium Hajaratul Aswad. Banyak “mungkin mungkin” lainnya yang saya tidak tahu sehingga saya berburuk sangka dengan keadilan Allah.

Subhanallah. Ini hanya pengalaman kecil. Mudah-mudahan tetap menjadi pengingat bagi saya sendiri dan mudah-mudahan bagi yang lainnya. Mulailah untuk tidak berburuk sangka pada keadilan Allah.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Apa yang dialami Bpk Jun sering Kita ( SAYA tertutama ) alami juga. Apa lagi saya yang setiap hari berangkat dari rumah untuk mencari nafkah terkadang menemui berbagai masalah yang Kita sendiri tidak tahu maksudnya….pada saat Kita hadapi masalah tersebut kadang merasa bahwa Allah SWT. tidak adil…padahal setelah masalah tersebut bisa dilewati Saya sering merasa malu…ternyata semua yang terjadi pada Kita itu mempunyai maksud yang baik.

    Pada intinya “Tidak ada pekerjaan Allah SWT. yang jelek” semua yang di kehendaki Allah SWT. atas Kita itu baik.

  2. Masya Allah….. Ya, saya pun sering menganggap Allah tidak adil, tidak bijaksana Mudah-mudahan Allah memberi petunjuk dan peringatan dan mudah-mudahan saya tahu petunjuk dan peringatanNya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: