Bagian 2: Diskusi Kecil ttg Tulisan dlm Blog Ini


Berikut bagian kedua dari diskusi kecil mengenai tulisan dalam blog ini. Bagian pertama, silakan klik disini, Bagian ketiga silakan klik disini. Baca juga tulisan mengenai ” Mengapa Saya Nge-Blog ?

Responses to “Menyusun Distribusi Frekuensi dengan Excel”

  1. farel, di/pada Juli 8th, 2008 pada 4:49 am

    sebelumnya makasih atas kesempatan yang diberikan…
    begini pak. apakah grafik histogram itu tidak boleh ada space ketika digambar dalam bentuk grafik. dan apakah ada grafik bentuknya linier atau garis lurus gitu..
    makasih sebelumnya.

    Jawab:Ya, sesuai dengan pengertiannya, histogram merupakan diagram batang yang sisi-sisi berdekatannya berimpit. Artinya, tidak ada celah antara dua batang yang berdekatan. Karenanya, dalam histogram, yang kita masukkan adalah tepi kelas, bukan batas kelas. Misalnya, kalau umur dikelompokkan atas 19 – 24, 25 – 29, maka tepi kelas yang kita masukkan adalah 18.5, 24.5 dan 29.5.
    Ya, grafik ada yang linear dan ada yang non-linear. Grafik linear berasal dari persamaan linear yaitu persamaan dengan variabel bebasnya berpangkat 1. Selain yang berpangkat 1, akan menghasilkan grafik non-lineat. Contoh persamaan pangkat 1 adalah Y = 10 + 3X.

  2. arsy, di/pada Nopember 19th, 2008 pada 1:31 am

    trims trik’x

5 Responses to “Menentukan Ukuran Sampel dengan EasySample”

  1. Ferdy, di/pada Juli 3rd, 2008 pada 9:19 am

    Mo tanya pak, apabila saya ingin mengambil sampel mengenai reject barang di suatu mesin bagaimana caranya?Mungkinkah saya mengambil sampel reject tersebut per satuan waktu yang dapat merepresentasikan keseluruhan reject yang terjadi??Dan berapa replikasi yang saya butuhkan agar validitas data saya tetap terjaga.

    Jawab:Pada prinsipnya pengambilan sampel dalam produksi, terkait dengan upaya menjamin kualitas produk. Karenanya, disarankan untuk lebih mendalami konsep-konsep TQM (Total Quality Management), SPC (Statistical Process Control) dan konsep yang agak baru yaitu Six Sigma.
    Apakah perlu mengambil sampel per satuan waktu ? Tergantung apakah waktu menentukan variabilitas kualitas produk. Maksudnya, kalau mesin berproduksi dari pagi sampai sore, ada kemungkinan variabilitas produk yang dihasilkan pagi, siang dan sore hari berbeda, maka sampel perlu diambil pada tiga periode waktu tersebut. Kalau tidak, dirandom saja waktu pengambilannya.
    Berapa sampel yang harus diambil ? Tergantung dari jumlah produk yang dihasilkan, presisi dari variasi produk yang dianggap diterima dan reject, dan tingkat validitas yang diinginkan.
    Kapan pengulangan sampel perlu dilakukan? Tergantung pada kapan umur penggunaan mesin akan mempengaruhi variabilita produk
    Nah, setelah mempertimbangkan hal-hal tersebut, kita bisa menggunakan bantuan EasySample dalam perhitungannya.

  2. Jes Putra, di/pada Agustus 28th, 2008 pada 6:33 am

    Mau nanya ini pak. Apakah ada ketentuan khusus yang mengatur ukuran sample minimn yang kita ambil untuk penelitian sosial.
    Saat ingin menentukan jumlah sample, saya mengunakan sistem yang telah tersedia di http://www.surveysystem.com/sscalc.htm. Saat saya input populasinya 8079, LOC 95% dan confidence intervals nya 5% maka ukuran sampel yang harus di ambil adalah 367 responden.
    Yang membuat saya binggung adalah bagaimana perhitungannya sehigga muncul 367. Mohon bantuannya.
    Terima kasih

    Jawab:Sebenarnya banyak cara/rumus untuk menentukan ukuran sampel. Kalkulator yang digunakan dalam web tersebut menggunakan rumus yang bisa dilihat dengan cara mengklik menu “Sample Size Formula”.
    Ada dua tahap yang dilakukan dalam rumus tersebut, yaitu menentukan ukuran sampel dengan menggunakan informasi confidence level dan confidence interval, dengan rumus:

    ukuran sampel (ss) = ((Z^2)*(p)*(1-p))/(C^2)
    dimana Z = nilai Z pada confidence level tertentu. Karena kita klik pilihan 95% maka nilai Z = 1,96 (lihat tabel distribusi normal).
    p = probabilita (persentase) terpilihnya sampel. Dalam kalkulator ini di defaultkan 0,5.
    c = confidence interval. Tadi kita buat 0,05.
    Dengan memasukkan angka2 tersebut ke dalam rumus diatas, didapatkan hasilnya adalah 384,16
    Tahap kedua adalah mengkoreksi ukuran sampel jika jumlah populasi terbatas/diketahui dengan rumus:

    ss koreksi = ss / (1 + ((ss-1)/populasi)).
    Dengan memasukkan ss yang tadi sebesar 384,16 dan populasi kita sebesar 8079, maka didapat angka 367.
    Itu kira-kira caranya. Maaf sangat terlambat merespons. Lagi sibuk bolak-balik antar daerah. (Junaidi)

  3. gatot, di/pada Maret 28th, 2009 pada 1:28 pm

    maaf pak numpang tanya, terkait dengan literatur, rumus di atas ada di buku mana ya pak ?
    terima kasih

    Jawab: Itu rumus standar dalam penentuan ukuran sampel. Banyak sebenarnya rumus-rumus lainnya. Bisa dilihat di buku-buku statistik inferensi, metodogi penelitian atau teknik sampling. Untuk rumus di atas, salah satu contohnya ada di buku Teknik Sampling karangan Eriyanto, terbitan LKiS tahun 2007.

  4. prima, di/pada Mei 4th, 2009 pada 4:29 am

    bagaimana dengan menentukn sample yang jumlah populasinya tidak diketahui???

    Jawab: Coba lihat jawaban saya pada jess putra diatas

  5. Hadi Sugiyanto, di/pada Mei 9th, 2009 pada 4:27 pm

    Pak Junaidi

    Ass. Wr. Wb, mohon bantuannya langkah-langkah untuk download Easysample, karena sudah mencoba pada Artikel Bapak di alenia bawah : Anda tertarik dengan program ini ? Silakan download disini. Gratis kok dan ukuran filenya juga hanya 700KB.
    Setelah saya coba khok gagal. Terima kasih sebelumnya. Wassalam

    Jawab: Kayaknya tidak ada masalah dengan downloadnya. Barusan saya coba lagi, berhasil. Caranya biasa, Klik saja tulisan Download Zip File Version (700 k).
    Saya kirimkan saja file yang sudah saya download ke emailnya ya ?

One Responses to “Memanfaatkan Solver dalam Excel untuk Optimisasi (Seri Solver bag.1)”

  1. wulan, di/pada Februari 25th, 2009 pada 1:46 am

    thanks ya buat bapak yg ngeposting ini. sangat membantu saya sebagai mahasiswa dalam mengerjakan tugas,,,

    Jawab: Ya, sama-sama. Senang jika bisa terbantu

One Response to “Aplikasi Minimisasi Biaya Transportasi dengan Solver Excel (Seri Solver bag.3)”

  1. ita, di/pada Oktober 31st, 2008 pada 4:09 am

    Adanya blog ini, amat sangat membantu dlm pekerjaan, apalagi dengan adanya contoh-2 soal serta cara penerapannya dlm excel. Terutama pada saat ini, saya lagi mengerjakan tugas yg mirip spt solver tsb, tp masih bingung utk menentukan yg mana fungsi kendala, fungsi tujuan, variabel keputusan, sehingga bisa membentuk tabel di excel utk mencapai keputusan yg tepat.
    Mungkin bapak bisa membantu , referensi buku apa yg banyak memuat soal-2 solver serta penyelesaiannya dlm excel.
    Atau saya sangat berterima kasih sekali bila bapak mungkin bisa membantu saya dlm menentukan pemecahan pada tugas saya yg mirip solv.bag3, tp agak beda dikit. Mohon bantuannya.

    Jawab: Teori-teorinya bisa Sdr baca buku-buku operasi riset atau metode kuantitatif untuk ekonomi dan bisnis. Sayangnya untuk aplikasi pemecahan dengan Excel, saya belum menemukan bukunya. Mungkin ada pembaca lain yang pernah ketemu buku tersebut, mohon informasinya.
    Mengenai pemecahan tugasnya, bisa dikemukakan disini. Mudah-mudahan kalau saya mampu, saya bantu (Junaidi)

One Response to “Solusi Persoalan Transportasi Dua Tingkat Multi Produk (Seri Solver bag.5)”

  1. ebi, di/pada Mei 13th, 2009 pada 2:59 am

    Thanks atas penjelasannya,. Penjelasan Bapak membantu saya untuk mengerjakan tugas kantor..

One Response to “Menghitung Matriks Inverse Leontif dengan Add-in Matrix Excel (Seri Matrix bag.1)”

  1. eher, di/pada Agustus 16th, 2008 pada 4:52 am

    Wah, boleh juga nih pak jun rajin sekali menurunkan model sampe dengan cara operasional dalam komputer.
    Pak, saya punya model namanya model I-O miayazawa, model ini untuk melihat dampaknya terhadap berbagai tingkat penadapatan, dimana pendapatan itu itu bisa dibagi atas 10 tingkatan.

4 Responses to “Pemecahan Sistem Persamaan Linear dengan Add-in Matrix Excel (Seri Matrix bag.2)”

  1. tommy, di/pada September 1st, 2008 pada 1:14 am

    wah bagus sekali pak junaidi,
    kebetulan saya saat ini membutuhkan prgram yang dapat membantu ini
    Dan lagi penjelasan yang ada di website sungguh membantu dan ringkas serta dapat segera di praktekan.
    Semoga pak jun tetap dapat menulis terus, saya tunggu artikel berikutnya ya.
    saya jadi semangat untuk segera bisa ikut buat website yang bisa berguna bagi pengguna internet nih

    thx U

    Jawab: Ya. Tetap bersemangat untuk berkreasi dan mudah-mudahan bisa berguna bagi orang lain (Junaidi)

  2. desy, di/pada Februari 18th, 2009 pada 5:17 am

    keren sekali…. amzing…. bapak dosen matemtk?
    waktu cari tugas tentag spl eee,, nyangkut ke blog ini.. tp keren..g nyesel…

    Jawab: Sering-sering kembali

  3. dhave, di/pada Maret 31st, 2009 pada 4:07 am

    pak Junaidi.. bagus sekali blognya..
    saya mau tanya pak..
    klo rumus excel utk menyelesaikan “sistem persamaan dengan 4 variabel yang tidak diketahui” bagaimana ya pak?

    trerimaksih bnyak ya pak…

    Jawab: Secara khusus tidak ada formula dalam Excel untuk menghitung sistem persamaan. Kalau buat rumus sendiri, bisa sangat panjang rumusnya (dengan teknik eliminasi, substitusi atau matriks). Sebaiknya gunakan saja add-in matriks diatas atau menggunakan teknik seperti seri 6 matriks yang ada pada blog ini

  4. dhave, di/pada April 7th, 2009 pada 3:10 am

    pak Junaidi..
    maaf saya tanya sekali lagi..

    misalkan saya punya persamaan seperti ini pak:
    1. Π1 + Π2 + Π3 + Π4 = 1
    2. 0.7083 Π1 + Π3 + Π4 = Π1
    3. 0.1389 Π1 + 0.5 Π2 = Π2
    4. 0.0972 Π1 + 0.25 Π2 = Π3
    5. 0.0556 Π1 + 0.25 Π2 = Π4

    apakah ada rumusan add ins excel yang bisa menyelesaikan persamaan tersebut..

    Terimakasih banyak Pak Junaidi atas jawabannya..
    semoga pak Junaidi tambah sukses..amin!

    Jawab: Terima kasih untuk doanya. Kasusnya menarik dan jawabannya sengaja saya buatkan satu tulisan untuk itu. Silakan klik disini.

2 Responses to “Mudah Operasi Matriks dgn Macro Add-In Matrix Excel (Seri Matrix bag.3)”

  1. dewizhara, di/pada Februari 12th, 2009 pada 3:44 am

    bagaimana cara menghitung angka pengganda output, pendapatan, dan kesempatan kerja pada 28 subsektor pertanian menggunakan program excel? mohon dijelaskan cara menghitungnya secara lebih detail. dan bagaimana caranya mengklasifikasikan dari 19 sektor mengjadi 9 sektor, bagaimana menghitungnya?

    Jawab: Cara menghitung pengganda output, pendapatan dan kesempatan kerja berapapun sektornya dengan excel pada prinsipnya sama. Coba lihat beberapa tulisan saya di blog ini yang membahas hal tersebut.
    Cara mengklasifikasikan dari 19 sektor menjadi 9 sektor, coba lihat kategori sektor yang digunakan BPS. Ada panduannya disana

  2. dewizhara, di/pada Februari 12th, 2009 pada 3:48 am

    asslmkm.maaf bapak saya mohon penjelasan tentang bagaimana cara menghitung angka pengganda output, pendapatan, pengganda tenaga kerja pada 28 subsektor pertanian menggunakan program excel? mohon dijelaskan cara menghitungnya secara lebih detail, Dan bagaimana caranya mengklasifikasikan dari 19 sektor menjadi 9 sektor, bagaimana menghitungnya dengan program excel?
    mohon sekali bantuannya. Terimakasih

One Response to “Tahapan Eliminasi Gauss-Jordan dengan Macro Add-in Matrix (Seri Matrix bag.6)”

  1. atta, di/pada September 28th, 2008 pada 10:22 pm

    wah makasih banget ya artikelnya? artikel bapak tlah membantu dalam pembuatan tugas akhir saya, terus tmbah artikelnya terutama tentang matrik he.3

2 Responses to “Cara Mudah Perkalian Lebih dari Dua Matriks dengan Add-In Matrix (Seri Matrix bag.7)”

  1. Opie, di/pada April 8th, 2009 pada 4:01 am

    Pak makasih buat ilmunya…
    dari sini saya mudah memahami tentang perhitungan
    matrik di excel.
    saya mau menanyakan tentang pembagian antara matrik dengan matrik gimana caranya?
    Terimakasih banyak PAk…

    Jawab: Meskipun antar matriks bisa dikalikan, dikurangi atau dijumlahkan (dengan persyaratan tertentu), tetapi pembagian antar matrik tidak bisa dilakukan. Jadi tidak seperti pada bilangan biasa.
    Kenapa ?
    Untuk bilangan biasa, misalnya bilangan a dan b, pembagian a/b bisa dinyatakan dengan cara ab-1 atau b-1a. Hasilnya akan sama. Tetapi untuk matriks, misalnya B-1 yang merupakan invers matriks B, misalnya jika kita membagi matriks A terhadap B, A/B, yang dinyatakan dengan A B-1 . hasilnya akan berbeda dengan jika kita menyatakan B-1 A (atau bahkan sesuai dengan persyaratan perkalian, mungkin tidak bisa dilakukan). (Catatan: baca -1 sebagai bentuk superscript)

  2. Wafiq, di/pada April 9th, 2009 pada 7:40 am

    Oooooo ternyata bisaa tho… Saya yang kul di Matematika malah nggak tahu

8 Responses to “SEM dan LISREL (Seri LISREL bag.1)”

  1. ulfah sari, di/pada September 20th, 2008 pada 5:30 am

    Assalm.

    Tulisan bpk sangat membantu saya. Sy mau tau apa bpk mengetahui atau menulis bk tentang data longitudinal anlysis with structural equation model. Saya tunggu infonya di email saya.terima kasih

    Wslmkm

  2. suci, di/pada Februari 5th, 2009 pada 6:17 am

    Assslm…
    tulisan Bapak sangat bermanfaat sekali bagi Saya.
    Sekarang saya sedang dalam proses mengerjakan tugas akhir yang berhubungan dengan lisrel..
    saya sangat berterima kasih sekirabya Bapak berkenan memberikan ilmu nya kepada Saya dengan mengirimkan bahan-bahan materi yang berhubungan dengan lisrel tersebut.
    Terima kasih sebelumnya..
    Wsslm..

  3. johannes, di/pada Februari 18th, 2009 pada 10:00 am

    Teruskan menulis pak Jun, tulisan ini sangat membantu mencerahkan peneliti dalam memilih dan menggunakan alat uji statistik. Sekarang saya di Sabak nich, menguji VICOM e-gevernement TJT.

    Terima Kasih.

    Jawab: Terima kasih Pak. Maunya memang menulis terus. Sayangnya kadang-kadang waktu rasanya sangat terbatas. Salam buat orang Sabak

  4. Taufik Azmi, di/pada Maret 22nd, 2009 pada 11:01 am

    Thank’s berat pak Jun. Please Lanjutkan tulisan anda

    Jawab: Terimakasih kembali Pak Azmi. Isteri saya juga marga Nasution lho

  5. Mama Akbar, di/pada Maret 24th, 2009 pada 6:11 am

    Assalamu’alaikum pak…

    Mohon info untuk Model SEM dibatasi maksimum berapa variabel observed (LISREL 8.8 non student)?
    Apakah bisa untuk sekitar 65 variabel?
    Terimakasih.

    Jawab:Wa ‘alaikum salam. Kayaknya bisa Bu. Dicoba saja, karena saya belum menemukan ada penjelasan dari Lisrel nya mengenai batasan variabel observed untuk full version. Dalam penjelasan Lisrel cuma dinyatakan batasan untuk versi student yaitu 15 variabel observed. Saya juga baru pernah mengaplikasikan pada Lisrel full version dengan variabel observed sekitar 40 an.
    Tapi mungkin jika variabel observednya banyak, ibu butuh spesifikasi komputer yang cukup tinggi untuk pengolahannya

  6. Harris Faduillah, di/pada April 6th, 2009 pada 8:33 am

    Assalamualaikum Pak Jun.
    Kalo saya ingin mendapatkan program lisrel yang full version, dimana ya Pak bisa saya dapatkan dan kira-kira berapa harganya
    Terima kasih kasih saya uacpkan kepada pak Jun atas informasi dan bantuannya.

    Jawab: Kalau harga dari perusahaannya US$ 495. Pembelian bisa langsung di order ke http://www.ssicentral.com/. Ada juga versi rental 6 bulan (US$ 75) dan 12 bulan (US$ 130). Terlalu mahal memang. Saya sampai saat ini masih pakai yang versi student.

  7. Denny, di/pada Mei 9th, 2009 pada 9:34 am

    Terima kasih pak, Tulisan tulisannya menambah pencerahan bagi saya. Pak saya dah mencoba menulis tentang Akuntabilitas dan Transparansi pengelolaan APBS Terhadap Partisipasi Pembiayaan dari Masyarakat (ORTU). saya dah mencoba menggunakan korelasi sederhana dan Regresi Berganda, kemudian disuruh lagi menggunakan LISREL gimana caranya pak, apakah perlu LISREL lagi? Mohon Advis dari bapak, dan terima kasih atas semuanya.

    Jawab: Saya belum bisa memberikan saran karena belum mengetahui variabel-variabel apa yang digunakan, indikatornya bagaimana, kerangka pikir (hubungan antar variabel) bagaimana. Kalau bisa, mohon diperinci lagi pertanyaannya. Terima kasih

  8. Denny, di/pada Mei 9th, 2009 pada 9:36 am

    Saya berharap bapak dapat menjawabnya ke email saya Terima kasih pak

6 Responses to “Mempersiapkan Input Data untuk LISREL (Seri LISREL bag.2)”

  1. basir, di/pada Desember 4th, 2008 pada 4:53 am

    makasih pak atas infonya, salam mhs Jogjakarta

    Jawab: Ya, sama-sama. Saya juga pernah tinggal di Jogjakarta. Kota yang nyaman untuk belajar. (Junaidi)

  2. tias, di/pada Desember 24th, 2008 pada 11:56 am

    terima kasih atas tulisannya, semoga tulisan ini dapat membantu kami dalam mengerjakan tugas.

    tias-unibraw malang

  3. lilo, di/pada April 25th, 2009 pada 12:29 pm

    mas mau tanya, saya mengipor data dari spss (masih data mentah) pake prelis..kok keluar angka -0,9999 itu maksudnya pa?? padahal dari SPSS datanya numeric.dari skal likert..apakah ada yang salah??? t6idak semua data berubah jadi angka itu, hanya beberapa data dan itu acak..kira kira bagaimana penyelesaiannya?? terimakasih banyak

    Jawab:Coba dicopy datanya ke Excel, kemudian impor data dari file Excel tersebut. Mudah-mudahan bisa

  4. rhosyied, di/pada Mei 6th, 2009 pada 12:24 pm

    Assalamualaikum. Baru kali ini saya menemukan dosen yg dg baik hati sharing ilmu -dg gratis tentunya-. Semoga ilmunya bermafaat pak

    Saya mw tanya pak junaid, kbtulan saya lg skripsi ttg SEM. Untk teknis olah datany d LISREL insyaallah gk ada mslah (tp ntr kl ada mslah saya tnya pak junaid aj he…he). Prtanyaan saya : Bgmn cara mghitung manual estimasi parameter SEM dg MLE? Kl bs tolong djelaskan detail dan kasih contoh dg data pak ya….Dan jg buku apa yg menjelaskan detail ttg hal itu. Terima kasih banyak atas bantuannya

    Jawab:Wa’alaikum salam. terimakasih sanjungannya. Memangnya dosen itu ada yang tidak baik hati ? he…. he…. he…. Contoh menghitung manual estimasi parameter SEM dengan MLE ? Mudah-mudahan nanti akan dipostingkan di blog ini. Tapi sabar ya. Mungkin agak sedikit lama, maklum lagi ada pekerjaan. Tapi, kalau mendesak, ada artikel yang cukup bagus di internet yang memberikan tahapan sekaligus contohnya.
    Judulnya: Estimation in SEM: A Concrete Example oleh John M. Ferron and Melinda R. Hess. Coba klik disini

  5. rhosyied, di/pada Mei 7th, 2009 pada 9:02 am

    Wah..terima kasih banyak pak junaid info link-nya di atas, sangat membantu. OK…semoga sukses dgn pekerjaannya..

  6. rhosyied, di/pada Mei 11th, 2009 pada 7:23 am

    Pak junaid…supaya bs donlot jurnal yg gk gratis di situs ini http://online.sagepub.com gmn ya? Kebtulan bnyak jurnal ttg SEM yg bagus disitu. Apakah harus membayar spy bs donlot? Atau bapak punya username and passwordnya yg bs saya pjm he..he..he.

    Terima kasih.

    Jawab:Ya, itu sih memang berbayar. Cari yang gratisan saja. Soalnya untuk ukuran kita, mahal sih. Ada yang satu artikelnya sampai $ 20 (sekitar Rp 200.000). Sayangnya saya tidak punya passwordnya. Kalaupun ada, ya tetap tidak bisa, karena di sagepub tersebut, kayaknya pasword kita hanya berlaku pada ip waktu mendaftar

One Response to “Aplikasi LISREL untuk Regresi (Seri LISREL bag.4)”

  1. demsa, di/pada Nopember 14th, 2008 pada 1:42 am

    setelah saya membuat diagram jalur/path, untuk mengeluarkan koefisien korelasi pada program Lisrel bagaimana. terima kasih

    Jawab: Anda bisa menambahkan perintah Options: SS, setelah perintah Path Diagram. Maka akan muncul tambahan output berupa matriks korelasi (Junaidi)

2 Responses to “Aplikasi LISREL untuk Path Analysis (Seri LISREL bag.5)”

  1. Tulus Dody Prakoso, di/pada Agustus 11th, 2008 pada 10:59 am

    Bagaimana dengan kasus data yang diolah negatif (haywood Case)

    Jawab:Heywood Cases adalah kasus dimana estimasi varians bernilai negatif. Heywood cases seharusnya sangat tidak mungkin terjadi, karena varians tidak mungkin negatif. Oleh karenanya model harus direvisi dengan menetapkan varians yang sebelumnya negatif tersebut menjadi positif dan kecil, misalnya 0,001. Dalam Lisrel, caranya adalah dengan menambahkan perintah: set the error variance of nama_variabel to 0.001.
    Solusi lain adalah dengan menghilangkan variabel-variabel observed yang menyebabkan timbulnya Heywood Cases tersebut. (Junaidi)

  2. jasmal, di/pada Februari 6th, 2009 pada 5:18 am

    mohon bantuannya, saya akan penelitian menggunakan SEM untuk melihat variabel yang berpengaruh terhadap adopsi teknologi pakan ternak. Mohon dikirimkan tulisan yang terkait dengan SEM

6 Responses to “Aplikasi LISREL pada Model Persamaan Struktural (Seri LISREL bag.8)”

  1. haeril, di/pada Agustus 15th, 2008 pada 3:08 am

    ass…
    saya ingin bertanya maksud dari garis tandah panah tersebut ada yang terang dan tidak terang, maksud dari garis kedua tersebut itu apa?

  2. haris, di/pada Maret 18th, 2009 pada 7:53 pm

    ass…
    saya pengen tau sedetail-detailnya tentang analisa SEM karena untuk materi skripsi manajemen pemasaran saya…
    bisa bantuin g mas???

    Ada buku yang menurut saya sangat mudah dipahami mengenai SEM, yaitu karangan Pak Imam Ghozali. Coba Mas baca buku tersebut.

  3. fitri, di/pada Maret 25th, 2009 pada 1:01 am

    assalam… buku pak imam ghozali itu judulnya apa y?? trus tahun terbitnya kapan?? saya jg pingin lebih detail bwt skripsi.

    Jawab:Judul bukunya: “Structural equation modeling : teori, konsep, & aplikasi dengan program lisrel 8.54″. Terbitan Badan Penerbit UNDIP Semarang Tahun 2005. Dulu ada di Gramedia. Kalau sekarang tidak ada coba langsung hubungi penerbitnya.
    Yang terbaru: “Structural Equation Modeling dengan Lisrel 8.8″ Karangan Setyo Hari Wijanto, Penerbit Graha Ilmu Tahun 2008

  4. Suhendar, di/pada Maret 25th, 2009 pada 12:10 pm

    Asslalmualikum.. Pak Junaidi.

    Saya mau tanya cara menganalisis pengaruh moderator variabel pada analisis regressi berganda. tolong berikan contoh penyelesiannya . terimaksih atas bantuannya.

    Jawab:Pada prinsipnya dalam regresi berganda dengan moderator variabel, kita bisa menganalisis pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung suatu variabel. Contohnya, bisa dilihat pada tulisan saya di blog ini, yaitu “Aplikasi LISREL untuk Path Analysis”

  5. putri, di/pada April 18th, 2009 pada 3:29 am

    ass pak..
    saya mau nanya,kl di uji kecocokan model saya Chi square nya 75,27 df 34, p value 0,0006 dan RMSEA 0.09
    model saya masih bisa diterima ga??

    Jawab:Nilai Chi-Square menunjukkan adanya penyimpangan antara sample covariance matrix dan model (fitted) covariance matrix. Nilai chi-square sebesar 0 menunjukkan bahwa model memiliki fit yang sempurna.
    P pada Chi-Square adalah probabilitas untuk memperoleh penyimpangan (deviasi) antara sample covariance matrix dan model (fitted) covariance matrix.
    Berbeda dengan pengujian signifikansi pada uji-uji lainnya, jika Chi-Square signifikan (p < 0,05) menunjukkan bahwa data empiris yang diperoleh memiliki perbedaan dengan teori yang dibangun berdasarkan SEM. Karenanya model dikategorikan tidak fit.
    Sebaliknya, jika nilai probabilitas (p-value) tidak signifikan, menunjukkan data empiris sesuai dengan model. Dengan kata lain, model tersebut memiliki fit yang baik.
    RMSEA mengukur penyimpangan nilai parameter model dengan matriks kovarians populasinya. Nilai RMSEA kurang dari 0,05 mengindikasikan model yang fit.
    Jadi kesimpulannya, dari kedua ukuran ini model Mbak tersebut tidak fit (tidak tepat)

  6. Dimas, di/pada Mei 12th, 2009 pada 8:32 am

    pak, saya mencoba mengikuti tahap demi tahap dalam buku Lisrel karangan Sitibjak, namun pada tahap ke 21 (waktu me RUN) hasilnya selalu error, biasanya salahnya dimana ya pak
    terima kasih sebelumnya

    Jawab:Ada banyak penyebab munculnya error. Bisa lebih diperinci lagi pesan kesalahan tersebut ? Mudah-mudahan saya bisa bantu

One Response to “Regresi Atas Variabel Dummy”

  1. ajeh, di/pada Mei 16th, 2009 pada 2:15 am

    nama saya ajeh. saya punya penelitian yang berjudul pengaruh kompetensi guru dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektifitas organisasi sekolah, sampel setiap variabel ada dua jenis yaitu guru dan siswa. gimana cara menganalisisnya?

    Jawab:Maaf, saya belum dapat memberikan saran yang tepat, karena untuk menentukan alat analisis diperlukan informasi yang lebih dari yang disampaikan diatas. Misalnya, kerangka pemikiran penelitiannya bagaimana ? jumlah sampelnya berapa ? definisi operasional variabelnya seperti apa ?
    Tapi dugaan sementara saya berdasarkan judul yang diberikan, mungkin Sdr. bisa menggunakan alat analisis regresi (yah, mungkin menggunakan SEM)

2 Responses to “Membuat Piramida Penduduk dengan Excel”

  1. yusni, di/pada April 6th, 2009 pada 10:14 am

    trims….
    ats infonya…
    sangat membantu

    Jawab:Ya, sama-sama Mbak. Trims juga atas komentarnya

  2. ajan, di/pada April 27th, 2009 pada 6:47 am

    Ass, pembuatan priramida penduduknya sangat membantu, apa kita bisa menngunakan cara yang sama untuk parameter, tingkat ekonomi, rumah sehat dan perilaku yang lainnya???
    wass

    Jawab:Bisa saja. Selama sifatnya membandingkan frekuensi atau proporsi dua populasi (objek)

One Response to “Membuat Piramida Penduduk dengan SPSS”

  1. Evi Julitasari, di/pada April 16th, 2009 pada 10:44 am

    Makasih pak, sangat berguna untuk mengajar mahasiswa


7 Tanggapan

  1. Assalamu Alaikum pak Junaidi.Terlebih dulu saya sangat bahagia ada blog yang Bapak kelola karena Bapak bermurah hati membagi ilmu. Saya ingin bertanya mengenai SEM. Misalkan kita sudah punya matriks koragam model. Bagimana caranya membangkitkan data dengan menggunakan program PRELIS 2.80 jika diketahui ukuran contoh N=100, 200, 300, 400 dan 500 dengan asumsi sebaran data normal dan tidak normal. Mohon pencerahan Bapak, Kalo boleh minta balasan lewat email, terima kasih pak sebelumnya.

  2. mw tanya pak,klo rumus mencari eror variance pada analisis jalur gimana?
    semuanya rumus analisis ud dpt seperti normalitas, homogenitas,linearitas, dan regresi ganda, serta regresi jamaknya!!

  3. Ass,
    Pak , saya mau tanya. Data (ordinal) yg sudah saya buat dan telah diolah dengan LISREL dinyatakan “does not converge”. Saya sudah berulang kali mengulangnya tp tak berhasil.Apa yang menyebabkan hal tersebut?terimakasih.

  4. Ass. Pak, saya mau tanya. bagaimana cara ngitung manual chi square dalam SEM? trus cara nginputinya seperti apa?yang dimaksud dengan matrik kovarian model yang mana? terima kasih

  5. pak saya mau tanya, apa indikator/ tolak ukur membuat suatu pertanyaan kuesioner dan tolak ukur apa yang dapat dikatakan bahwa pertanyaan kuesioner tersebut sdh cukup mewakili variabel yang akan diukur ? terimakasih

    Lakukan uji validitas dan reliabilitas

  6. apa rumus untuk mencari bilangan prima di excel?

  7. Pak, saya mau bertanya tentang penggunaan SEM apakah jika skala pengukuran saya menggunakan numerical scale diperbolehkan? ataukah hanya boleh menggunakan skala likert saja?
    terima kasih pak atas bantuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: