Iklan

Bagian 3: Diskusi Kecil ttg Tulisan dlm Blog Ini


Postingan ini merupakan bagian ketiga dari dua postingan sebelumnya yang merangkum diskusi kecil mengenai tulisan dalam blog ini. Silakan lihat bagian 1 dan bagian 2. Lihat juga tulisan mengenai “Mengapa Saya Nge-Blog ?”

2 Responses to “Prospek Mobilitas Penduduk di Era Otonomi Daerah”

  1. Sdrmn, di/pada Juni 25th, 2008 pada 3:17 am

    Keren juga pak, saya mau copy pak ya..trimakasih

    Jawab:Ya silakan. Terimakasih kembali

  2. Sugiarto Sumas, di/pada April 20th, 2009 pada 5:56 am

    Menarik, Boleh saya copy Pak untuk rujukan di Depnakertrans.

    Jawab:Silakan Pak. Bahan ini juga pernah saya sampaikan pada kegiatan Pembekalan Teknis Wawasan Kependudukan bagi Aparatur Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Propinsi Jambi

One Response to “Visi Indonesia 2030: Tinjauan Upaya Pencapaian dari Aspek Dinamika Kependudukan”

  1. Angie, di/pada Februari 4th, 2009 pada 2:16 pm

    terima kasih atas data-datanya…
    artikel ini memudahkan saya untuk menyelesaikan tgs sekolah.

One Response to “Kajian Teoritis Mengenai Ketimpangan Gender”

  1. Hertomo Heroe, di/pada Januari 24th, 2009 pada 4:48 pm

    Assalamualaikum wr.wb
    yth. Pak junaidi,

    saya menaruh penghargaan kepada bapak atas perhatian Bapak terhadap isu gender dikaitkan dengan kebijakan makro ekonomi.
    akan sangat memberikan sumbangan pemikiran ttg nilai tambah ekonomi jika peran dan kedudukan perempuan meningkat relatif terhadap laki2

    selamat berkarya,
    wass,

    heroe

One Response to “Model-Model Proyeksi Penduduk”

  1. madie, di/pada Maret 12th, 2009 pada 5:16 am

    terima kasih mas….saya kebetulan sedang mencari metode2 proyeksi penduduk buat tugas kuliah teknik sanitasi

One Response to “Bank Syariah: Urgensi, Pengertian dan Prinsip”

  1. hapiz, di/pada September 21st, 2008 pada 5:31 pm

    Alhamdulillah, akhirnya FEUI tobat juga. Setelah hari sabtu tanggal 20 september kemarin, berhasil menandatangani MoU dengan Bank Muamalat. FEUI akan segera mendirikan Bank Muamalat di kampus FEUI. sebaik-baiknya pendosa adalah bertobat, FEUI siap menjadi motor untuk perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Allahu Akbar!

One Response to “Aplikasi Model REMI-EDFS dalam Analisis Keterkaitan Variabel Demografi dan Ekonomi serta Proyeksi Penduduk”

  1. nanang, di/pada Maret 23rd, 2009 pada 6:48 am

    REMI EDFS apakah suatu sistem informasi? saya lihat di http://www.remi.com ada penawaran produknya.

    Bagaimana dengan analisis ekonominya? yang nampak proyeksi penduduk

    Tq

    Jawab:Model REMI adalah model untuk peramalan dan simulasi makro ekonomi yang memperlihatkan bagaimana pengaruh kebijakan terhadap variabel-variabel ekonomi, demografi dan fiskal suatu daerah. Oleh karenanya, model ini juga dikenal dengan istilah REMI-EDFS (Regional Economic Model Inc. – Economic Demographic Forecasting and Simulation).
    Model REMI-EDFS adalah suatu model structural ekonomi-demografi. Model ini mengintegrasikan pendekatan input-output, keseimbangan umum (general equilibrium), ekonometrik dan ekonomi geografi.
    Perbedaan mendasar model REMI dengan model I-O adalah bahwa model REMI merupakan model dinamik, sedangkan I-O adalah model statis. Model REMI menggunakan Computable General Equilibrium (CGE) techniques dan estimasi ekonometrik menggunakan data panel time series.
    Jadi sebenarnya model memiliki tujuan penggunaan yang luas. Tapi dalam tulisan ini, saya hanya mengambil bagian kecilnya dengan sasaran untuk proyeksi penduduk. Karenanya, analisis ekonominya memang tidak saya bahas.

3 Responses to “Analisis Transfer Pendapatan (Remitan) Migran dari Pulau Jawa di Propinsi Jambi”

  1. Ambo Upe (Olenk), di/pada Desember 27th, 2008 pada 12:34 pm

    cukup menarik artikelnya walaupun baca sekilas. Lain kali balik lagi tuk belajar lebih banyak. Soal migran kebutaln saya juga di lembaga penelitian dan advokasi untuk pekerja migran, tepatnya di Institute For Migrant Worker bagian Pengembangan Media, ini media migran yg sedang diolah saat ini http://www.zonamigran.com

    Jawab: terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Juga komentar di linkreferral. Kebetulan kalau begitu, kita punya minat yang sama mengenai migrasi. Kalau ada informasi baru bisa saling tukaran.

  2. ishomuzzaman, di/pada Januari 28th, 2009 pada 2:56 pm

    makasih atas artikelnya mengenai remitan yang baba tulis semoga dapat berarti besar dalam pembuatan skripsi ku mengenai remitan kaum urban. doakan saya lulus dengan lancar

    Jawab: Sama-sama. Semoga skripsinya cepat selesai. Semoga sukses

  3. enthix, di/pada Maret 4th, 2009 pada 2:54 am

    saya sangat tertarik dengan artikel yg bapak tulis, saat ini saya sedang mencari bahan-bahan berkaitan dengan remitan untuk skripsi. sejujurnya saya tidak begitu tau tentang remitan, namun berhubung di Gunungkidul menurut berbagai sumber mempunyai remitan yang cukup tinggi, saya tertarik untuk meneliti tentang alokasi remitan untuk kebutuhan rumah tangga. kalau bapak berkenan, saya mohon untuk bersedia berbagi ilmu, terutama saya sangat mengharapkan arahan agar skripsi saya berjalan lancar. Terimakasih.

    Jawab:Setahu saya, literatur dan penelitian mengenai remitan yang cukup banyak ada di Pusat Studi Kependudukan UGM. Di sana ada perpustakaannya. Jadi Sdr. bisa datang kesana. Kalau ada yang bisa saya bantu, silakan saja ajukan permasalahannya disini. Mudah-mudahan skripsinya bisa cepat selesai

One Response to “Ketimpangan Gender dlm Pembangunan SDM di Prop.Jambi*”

  1. Dorogoblog, di/pada Maret 7th, 2009 pada 9:12 pm

    Butuh perhatian yang lebih tuh…
    Jangan sampai masalh Gender masih terus menjadi permasalahan di negara ini.

One Response to “Sekilas Mengenai Saham Syariah dan Jakarta Islamic Index (JII)”

  1. sandy, di/pada April 8th, 2009 pada 10:22 am

    gmn caranya bergabung sama JII? duh ga ngerti
    padahal mau bgt

    Jawab:Untuk mengetahui mengenai JII dan cara terlibat dalam pasar saham JII, silakan klik disini

One Response to “Kebijakan Ketenagakerjaan di Indonesia dalam Kerangka Perlindungan TK dan Perluasan Kes.Kerja”

  1. Adib, di/pada April 4th, 2009 pada 8:29 am

    Sangat menarik, bagaimana tanggapan bapak tentang kebijakan pemanfaatan tenaga kerja outsourcing, yang tampaknya merugikan posisi tenaga kerja
    Kebijakan tenaga kerja outsourcing hanya merupakan bagian kecil dari arah kebijakan pemerintah kita dalam rangka memperbaiki iklim ketenagakerjaan menuju ke pasar kerja yang lebih fleksibel. Dan kalau kita cermati lebih rinci, bukan hanya kebijakan outsourcing saja (dalam kerangka menuju pasar kerja fleksibel) yang akan berpotensi merugikan posisi dan kesejahteraan tenaga kerja. Ini yang kadang dilupakan orang ketika mengkritisi kebijakan ketenagakerjaan pemerintah.

    Jawab:Penerapan pasar kerja fleksibel (didalamnya termasuk outsourcing), sebenarnya memiliki dampak positif baik secara makro maupun mikro (pekerja dan perusahaan). Pertama, sistem kontrak dan outsourcing serta jam kerja dan besaran upah yang dapat disesuaikan dengan fluktuasi permintaan pasar barang/jasa yang diproduksi, akan menciptakan efisiensi produksi dan maksimalisasi keuntungan modal. Kedua, pasar kerja fleksibel akan lebih memeratakan kesempatan kerja. Pekerja tidak terikat pada satu perusahaan dalam jangka waktu lama. Kemudahan berpindah kerja tersebut membuka peluang kesempatan kerja yang lebih besar kepada lebih banyak pencari kerja karena lowongan pekerjaan akan tersedia bagi para pencari kerja. Ketiga, fleksibilitas pasar kerja membuka peluang para pekerja di sektor informal untuk berpindah ke sektor formal.
    Tapi, dampak positif tersebut memerlukan berbagai persyaratan yang mendukung fleksibilitas pasar kerja.
    Terkait dengan struktur pasar kerja di Indonesia, fakta terpenting yang harus diperhatikan adalah karakteristik pasar kerja yang surplus tenaga kerja, lapangan kerja sektor informal yang sangat besar, banyaknya pekerja berada dalam kondisi setengah menganggur, rendahnya kualitas tenaga kerja. Data tahun 2005 menunjukkan 70,06 persen tenaga kerja berada pada sektor informal, 31,22 persen yang bekerja berada dalam kondisi setengah menganggur, 60,0 persen berpendidikan SD. Hal ini menunjukkan besarnya proporsi pekerja kelompok marjinal, yang berdasarkan pengalaman negara-negara dalam penerapan pasar kerja fleksibel merupakan kelompok yang paling rentan terkena dampak degradasi pasar kerja fleksibel. Selain itu, kita juga memiliki sistem jaminan sosial nasional untuk pekerja-pekerja yang sementara (kalaupun sementara) tidak bekerja karena beralih pekerjaan. Kebijakan pasar tenaga kerja fleksibel hanya dapat diimplementasikan jika telah terdapat pemerataan jaminan sosial bagi warga negara.
    Jadi, pendapat saya untuk sementara sebaiknya kita benahi dulu pasar kerja kita baru kemudian menerapkan kebijakan pasar kerja fleksibel.

1 Responses to “Subsidi BBM”

  1. wapannuri, di/pada Juli 31st, 2008 pada 5:17 am

    hm….menarik sekali pembahasan subsidi BBM ini…dan makin hangat juga ! ha…ha..ha…ada satu hal yang menarik, yaitu sudut pandang dari balik layar. Saya baru saja membaca suatu buku yang berjudul Conffessions of an economic hitman karangan jhon perkins. Dan masalah ini diungkap oleh pak jhon…jika ada waktu bisa membaca buku yang bakalan mengubah sudut pandang bapak. mengenai resume-nya bisa anda lihat di website saya. Terima kasih ! salam sejahtera

One Response to “Telur Diganti Telur”

  1. johannessimatupang, di/pada Desember 28th, 2008 pada 9:04 am

    Begitulah yang maha kuasa bekerja. Kala kita hanya melihat peristiwa telur diganti telur, Dia ingin menunjukkan kepada kita bahwasanya Dia mengetahui jauh lebih dalam apa yang layak untuk kita.

    Jawab: Saya setuju Pak Joh. Seringkali kita lupa bahwa Dia lebih tahu apa yang layak untuk kita, sehingga kita begitu cemas dan takutnya menghadapi berbagai persoalan dunia. (Junaidi)

3 Responses to “Seorang Perempuan Berjilbab Tertangkap Mencopet”

  1. realylife, di/pada Juni 15th, 2008 pada 12:24 pm

    Ya Allah , jangan biarkan banyak orang menodai agama ini , Amin

    Jawab:Amin.

  2. ighel, di/pada Juli 2nd, 2008 pada 4:49 am

    mungkin maksud ibu itu napa sdh pake jilbab jadi copet….
    kan aneh.., jilbab adalah lambang kesucian, kebersihan, keindahan, tapi kalo ada yang pake jilbab masih mau mencopet, msih mau peluk2an, pegangan tangan,
    jdai menurut saya ibu itu tidak salah….
    hanya perempuan pencopet yg berjilbab saja yang gak bener…
    klo berjilbab jaga perilaku donk….
    jangan untuk menutpi sifatnya yang gak baik…

    dasar zaman canggih…..
    nilai2 kebaikan digunakn untuk melakukan cara-cara tidak baik..

    Jawab:Yap. Saya setuju bahwa jilbab sebagai lambang kesucian,kebersihan dan keindahan. Mudah-mudahan si ibu tadi memang tidak bermaksud untuk mencemarkan agamanya sendiri, dan pernyataannya hanya sebagai respons seketika saja.
    Tapi seringkali, pernyataan-pernyataan yang senada dengan itu, menyebabkan banyak perempuan muslim yang takut pakai jilbab. Kalau ditanya kenapa belum pakai jilbab, seringkali jawaban yang kita dengar, “nantilah, saya belum sanggup menjaga perilaku saya”. Padahal, bukankah menurut aurat suatu kewajiban ? Sebagai suatu kewajiban, tentunya tidak harus menunggu berperilaku baik terlebih dahulu. (Junaidi)

  3. hardiani, di/pada September 8th, 2008 pada 3:02 pm

    yah, saya juga sependapat, bahwa banyak teman kita yang seiman baik laki-laki maupun perempuan masih beranggapan bahwa perempuan yang mengenakan jilbab hanya untuk menutupi kebusukan perempuan tersebut, sehingga ketika mereka yang berjilbab melakukan kekhilafan, apakah itu berupa perbuatan ataupun perkataan, yang disinggungnya adalah jilbab yang dipakai. Padahal perempuan yang memakai jilbab bertujuan untuk menutup aurat yang merupakan kewajiban agamanya.
    Oleh karenanya perlu diberikan penjelasan bagi mereka yang kurang tau batasan aurat bagi perempuan dan masih berfikiran negatif terhadap perempuan yang pakai jilbab.

    Jawab: Ya benar bu Dian. Terimakasih tanggapannya (Junaidi)

3 Responses to “Handphone dan Komunikasi dengan Tuhan”

  1. mmi, di/pada Juli 22nd, 2008 pada 6:30 am

    iya harus intropeksi diri

    karena virus HP sangat cepat menyebar

  2. indra yonni, di/pada Juli 24th, 2008 pada 8:18 am

    ………

  3. ratna, di/pada Maret 23rd, 2009 pada 9:28 am

    benar-benar jadi renungan saya pak…
    boleh saya publish di facebook?
    agar bisa jadi renungan untuk yang lain juga….
    terima kasih sebelumnya…

    Jawab:Silakan di publish Mbak Tiwi. Saya senang-senang saja. Ini memang saya tulis untuk mengingatkan diri saya sendiri. Mudah-mudahan juga bisa mengingatkan orang lain

5 Responses to “Delapan Kebohongan Seorang Ibu”

  1. dediivandi, di/pada Juli 8th, 2008 pada 10:35 am

    saya membaca artikel mas, saya sangat tersentuh hati saya, artikel ini membuat saya lebih mengerti akan pengorbanan seorang ibu…

    Jawab:Alhamdulillah. Semoga kita sama-sama dapat memetik hikmahnya.

  2. aRuL, di/pada Juli 8th, 2008 pada 6:35 pm

    subhanallah

  3. eddymesakh, di/pada Juli 8th, 2008 pada 7:21 pm

    Ibuuuuu….. I Love You so much…!!!

  4. ANgga, di/pada Juli 9th, 2008 pada 1:33 pm

    ibu,,,,ja tebja lubju,,!!,,ich liebe dich,!

  5. priyotenanan, di/pada September 10th, 2008 pada 4:02 pm

    IBUku pahlawanku yang sejati

2 Responses to “Lagi, Larangan Berjilbab. Kemana Dikau Pejuang Gender dan HAM?”

  1. alfi, di/pada Desember 8th, 2008 pada 1:57 pm

    hidup islam

  2. jeprie, di/pada Januari 20th, 2009 pada 7:19 am

    Islam sama HAM sebetulnya ga ada hubungannya. Masing-masing punya ide dasar sendiri. Jadi jangan harap pejuang HAM bakal berjuang buat Islam, mereka paling berjuang buat alasan kemanusiaan aja. Bedanya sama Islam, standar baik buruk mereka akal, bukan syariah.

One Response to “Suatu Ketika Seorang Manusia diberi …….”

  1. Jefry Austin, di/pada Januari 16th, 2009 pada 6:51 am

    Saya telah membaca karya kamu. semua bagus. Tampaknya kita memiliki aliran dan semangat tulis yang mirip. Oleh karena itu saya ingin agar kita saling berkunjung blog.

    Kami akan menyajikan mater-materi kami untuk menyambut anda. kami mengundang anda. Di blog saya selain ada refelksi, juga terdapat banyak hal di sana. Mari kita saling memperkaya pengetahuan dan pengalaman.

    Selamat datang. Kami menunggu anda.

2 Responses to “Mulailah untuk Tidak Berburuk Sangka pada Keadilan Allah”

  1. Wee Fee, di/pada April 7th, 2009 pada 2:05 pm

    Masya Allah….. Ya, saya pun sering menganggap Allah tidak adil, tidak bijaksana Mudah-mudahan Allah memberi petunjuk dan peringatan dan mudah-mudahan saya tahu petunjuk dan peringatanNya

  2. aloy, di/pada April 25th, 2009 pada 1:11 pm

    Apa yang dialami Bpk Jun sering Kita ( SAYA tertutama ) alami juga. Apa lagi saya yang setiap hari berangkat dari rumah untuk mencari nafkah terkadang menemui berbagai masalah yang Kita sendiri tidak tahu maksudnya….pada saat Kita hadapi masalah tersebut kadang merasa bahwa Allah SWT. tidak adil…padahal setelah masalah tersebut bisa dilewati Saya sering merasa malu…ternyata semua yang terjadi pada Kita itu mempunyai maksud yang baik.

    Pada intinya “Tidak ada pekerjaan Allah SWT. yang jelek” semua yang di kehendaki Allah SWT. atas Kita itu baik.

1 Responses to “Jangan Terlalu Cepat Menvonis Virus”

  1. mul14, di/pada Desember 25th, 2008 pada 10:06 pm

    Hahaa.. kasian juga pengguna Windows..

Iklan

Satu Tanggapan

  1. saya sangat apresiasi kepada bpk Junaidi atas karya-karyanya yang sangat dapat membantu banyak orang, dan saya akan selalu membuka web bapak, semoga terus berkarya untuk kemaslahatan banyak umat dan akan menjadi amal jariah dikemudian hari, wassalam, tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: