SPSS: Deteksi Autokorelasi dengan Grafik


Pada tulisan sebelumnya, telah dibahas cara mendeteksi autokorelasi dengan grafik yang dilakukan secara manual. Dengan menggunakan contoh latihan yang sama, kali ini akan kita coba menggunakan paket program SPSS. Untuk dapat mengikuti tulisan ini silakan lihat tulisan sebelumnya mengenai Manual: “Deteksi Autokorelasi dg Grafik”. Lihat juga tulisan mengenai ““autokorelasi” dan mengenai “asumsi-asumsi regresi OLS”
Tahap-tahap dalam SPSS sebagai berikut:
1. Buka program SPSS, kemudian input data pada worksheetnya sebagai berikut:

2. Klik Analyze > Regression > Linear. Akan muncul tampilan berikut:

Masukkan variabel Y dalam kotak Dependent dan variabel X dalam kotak Independent
3. Klik Save, akan muncul tampilan berikut:

Centang Unstandarized pada Predicted Values dan pada Residuals. Kemudian klik Continue. Klik OK.
Perhatikan pada worksheet kita akan bertambah dua variabel baru dengan nama PRE_1 dan RES_1. Variabel PRE_1 adalah nilai Y prediksi dan RES_1 adalah nilai residual, sebagaimana yang pernah kita hitung sebelumnya. Sedangkan pada halaman output akan keluar hasil regresi kita seperti biasanya (tidak ditampilkan disini untuk menghemat halaman, dan untuk menjaga fokus pembahasan hanya pada deteksi autokorelasi)
Selanjutnya untuk mendapatkan plot antara residual (et) terhadap tahun, klik Graphs > Interactive > Line. Akan muncul tampilan berikut: (catatan: anda juga bisa mengganti Line dengan Dot atau Scatterplot. Hanya agak susah melihat secara visual pola residualnya).


Pilih 2-D Coordinate yang ada disudut kanan. Masukkan Unstandarized Residual pada kotak sumbu vertikal. Masukkan Tahun pada kotak sumbu Horizontal.
Selanjutnya klik Dots and Lines, akan keluar tampilan berikut:

Centang Dots pada Display dan klik OK. Maka akan keluar output sebagai berikut:

Hasil yang kita peroleh, sama dengan cara manual yang kita lakukan sebelumnya.
Ok sekian dulu, selamat berlatih.
Lihat juga tulisan terkait: Excel: Deteksi Autokorelasi dengan Grafik

2 Tanggapan

  1. Ass. Wr. Wb
    Pak Junaiedi, Saya mohon bantuan bapak yaitu informasi atau penjelasan tentang analisa korespondensi. 1. Apakah analisa korespondensi dapat digunakan untuk uji validitas dan reliabilitas? 2. jika bisa, rumus statistik yang digunakan apa?
    3. Data yang digunakan berskala nominal atau ordinal?
    4. Jika bapak berkenan mohon saya diberi panduan untuk analisanya.
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    wassalam
    Hadi Sugiyanto

  2. Assalamu ‘alaikum mas,

    Saya abis mampir di BLog mas, wahh.. sangat bagus dan bermanfaat apalagi seperti pemula kayak saya.

    Dan betapa senangnya apabila mas, mau juga mampir di BLog saya 😀

    Ini alamat blog terbaru saya http://baru2.net

    Salam kenal,
    Dedy Kasamuddin

    salam kenal kembali. blognya juga sangat informatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: