Cara Memperoleh Program Ordi

Ordi merupakan program dalam bentuk add-in Excel dan dirancang untuk tujuan mentransformasi data dari skala ordinal ke skala interval. Ordi Versi 1.0 ini dirancang beroperasi pada lingkungan Microsoft Office Excel  2003 dan 2007. Lihat tulisan-tulisan terkait mengenai program ini pada beberapa tulisan berikut ini:

Pengenalan Program Ordi: Transformasi Data Ordinal ke Interval

Cara Menginstal Program Ordi

Cara Menjalankan Program Ordi

Persyaratan Input Data Program Ordi

Cara Membaca Output Program ORDI

Pesan-Pesan Kesalahan pada Program ORDI

Jika Anda tertarik, program Ordi Versi 1.0 ini dapat Anda peroleh dengan mentransfer pembayaran ke rekening Bank BNI No. Rekening 0097736151 a.n. Junaidi.

Besaran pembayaran yang harus Anda transfer adalah sebesar Rp 50.000 (untuk memudahkan konfirmasi pembayaran, sebaiknya besaran transfer dengan angka unik misalnya Rp 50.118). Setelah transfer, lakukan konfirmasi dengan mengklik link formulir di bawah ini. Pengiriman program akan dilakukan via email, paling lambat 3 (tiga) hari setelah konfirmasi pembayaran.

Pembayaran Anda berguna untuk biaya pengembangan program ini lebih lanjut. Selain itu, Anda cukup mentransfer sekali, dan akan selalu dikirimkan versi-versi pengembangan dari program Ordi ini.

>

Formulir Konfirmasi Pembayaran

>

>

Program ORDI: Cara Uninstal

Sebelum membaca bagian ini, silakan baca terlebih dahulu enam  tulisan sebelumnya mengenai Ordi yaitu:

Pengenalan Program Ordi: Transformasi Data Ordinal ke Interval

Cara Menginstal Program Ordi

Cara Menjalankan Program Ordi

Persyaratan Input Data Program Ordi

Cara Membaca Output Program ORDI

Pesan-Pesan Kesalahan pada Program ORDI

Berikut dijelaskan cara uninstal program Ordi.

Jika Anda sudah tidak menginginkan program Ordi terinstal pada Excel (untuk sementara atau selama-lamanya), maka lakukan tahapan-tahapan uninstal sebagai berikut:

  1. Lakukan sampai tahap 2 (pada Excel 2003) dan sampai tahap 3 (pada Excel 2007) dari cara instal program seperti yang telah dijelaskan pada bagian “Cara Menginstal Program”. Akan muncul tampilan berikut:

2. Perhatikan pada kotak Add-Ins Available, terdapat Ordi yang dicentang. Hilangkan centang tersebut dengan mengklik kotaknya. Kemudian klik OK.  Menu Ordi akan hilang dari Excel Anda.

3. Anda dapat menginstal kembali program Ordi  dengan cara mengikuti tahapan-tahapan pada bagian “Cara Menginstal Program”.

Tertarik dengan program Ordi ? Silakan baca cara memperolehnya disini.

Program ORDI: Pesan-Pesan Kesalahan

Sebelum membaca tulisan ini, terlebih dahulu silakan baca lima tulisan berikut ini:

Pengenalan Program Ordi: Transformasi Data Ordinal ke Interval

Cara Menginstal Program Ordi

Cara Menjalankan Program Ordi

Persyaratan Input Data Ordi

Cara Membaca Output Ordi

Berikut pesan-pesan kesalahan dalam program ORDI yang dapat membantu Anda memperbaiki kesalahan pengoperasian program

1. Kesalahan karena jumlah kategori lebih dari 10 atau banyaknya kategori kurang dari 3. Klik OK dan klik KELUAR, serta periksa lagi data Anda.

2. Kesalahan karena jumlah variabel yang diinput lebih dari 90. Akan muncul peringatan seperti gambar dibawah ini

3. Kesalahan karena terdapat satu atau lebih variabel yang memiliki observasi lebih dari 1000

4. Kesalahan karena baik jumlah observasi satu atau lebih variabel lebih dari 1000 serta jumlah variabel lebih dari 90

5. Kesalahan karena ada data kosong atau tidak bernilai angka dalam input data Anda. Kesalahan ini bisa terdeteksi jika pada output kedua (output  hasil akhir) terdapat sel yang berada ditengah yang tidak berisi. (catatan: jika input yang tidak bernilai angka tersebut berada pada urutan terbawah dari data Anda, maka tidak akan mempengaruhi hasil).

Tertarik dengan program ORDI ? Untuk keterangannya, klik disini

Program ORDI: Cara Membaca Output

Sebelum membaca bagian ini, silakan baca terlebih dahulu empat  tulisan sebelumnya mengenai Ordi yaitu:

Pengenalan Program Ordi: Transformasi Data Ordinal ke Interval

Cara Menginstal Program Ordi

Cara Menjalankan Program Ordi

Persyaratan Input Data Program Ordi

Berikut dijelaskan cara membaca output dari program Ordi.

Output Ordi terdiri dari dua bagian yaitu  Proses Perhitungan dan Hasil Akhir. Output proses perhitungan berada pada  range A:H. Dalam contoh kita ditampilkan kembali sebagai berikut:

Berikut ini cara membaca proses perhitungan transformasi data ordinal ke interval

  1. Pada kolom H baris ke 2  dan baris ke 15 (dstnya untuk variabel berikutnya berjarak 13 baris) menjelaskan kolom/variabel yang dianalisis (ordi menganggap kolom pertama dari range input data sebagai kolom/variabel  1, kolom kedua sebagai kolom/variabel 2 dstnya).
  2. Kolom A (Ordinal/Kategori)  menunjukkan nilai kategori data yang diinput (dari kategori terendah ke kategori tertinggi). Sebagaimana terlihat diatas, pada variabel 1, kategori terendah adalah 1 dan tertinggi adalah 6, sedangkan pada  variabel 2, kategori terendah  adalah 1 dan tertinggi adalah 5
  3. Kolam B (Frekuensi) menunjukkan banyaknya data pada masing-masing kategori
  4. Kolom C (Proporsi) merupakan hasil bagi masing-masing nilai pada kolom B terhadap total (banyaknya observasi)
  5. Kolom D (Proporsi Kumulatif)  adalah proporsi kumulaif dari kolom C. Misalnya angka 0,5 pada sel D6 adalah hasil 0,2 + 0,3, sedangkan angka  0,6 pada sel D7 adalah hasil 0,2 + 0,3 + 0,1. Demikian seterusnya
  6. Kolom E (z_val) adalah nilai Z (distribusi normal) untuk proporsi kumulatif dari kolom D. Nilai Z ini bisa dilihat dari tabel distribusi normal yang umumnya tersedia pada lampiran-lampiran buku statistik.  Nilai Z hanya  dihitung untuk proporsi kumulatif lebih besar dari 0 dan lebih kecil dari 1. Karenanya, dalam kasus diatas pada kategori 6 (variabel 1) dan kategori 5 (variabel 2), nilai Z tidak dihitung (tertulis hanya angka 0).
  7. Kolom F (z*_val) adalah nilai batas Z (nilai fungsi padat probabilitas pada absis Z) untuk setiap kategori.
  8. Kolom G (sv) adalah scale value (interval rata-rata) untuk setiap kategori yang dihitung melalui
  9. Kolom H  adalah score (nilai hasil transformasi) untuk setiap kategori. Inilah hasil perhitungan akhir kita, yang dihitung  melalui persamaan:Selanjutnya output kedua (output hasil akhir ) ditampilkan mulai dari kolom J(untuk kolom/variabel 1) dan seterusnya, seperti terlihat pada gambar berikut:

Output hasil akhir ini adalah output yang telah mentransformasi masing-masing observasi kita dengan nilai-nilai yang terdapat pada kolom H (dari proses perhitungan).

Bersambung ke tulisan: Pesan-Pesan Kesalahan Program ORDI

Ingin memperoleh program ORDI. Untuk keterangannya, klik disini

Program Ordi: Persyaratan Input Data

Ordi merupakan program dalam bentuk add-in Excel dan dirancang untuk tujuan mentransformasi data dari skala ordinal ke skala interval. Ordi Versi 1.0 ini dirancang beroperasi pada lingkungan Microsoft Office Excel 2007.

Sebelum membaca bagian ini, silakan baca terlebih dahulu tiga tulisan sebelumnya mengenai Ordi yaitu:

Pengenalan Program Ordi: Transformasi Data Ordinal ke Interval

Cara Menginstal Program Ordi

Cara Menjalankan Program Ordi

Berikut ini dijelaskan persyaratan input data dalam program Ordi :

  1. Dalam satu kali pemrosesan (perhitungan), maksimal jumlah observasi untuk satu variabel adalah 1000 observasi
  2. Dalam satu kali pemrosesan (perhitungan), maksimal jumlah variabel adalah sebanyak 90 variabel
  3. Kategori maksimal (nilai ordinal tertinggi) adalah 10
  4. Banyaknya kategori, minimal 3. Ordi tidak dapat mengolah variabel dengan hanya dua kategori
  5. Minimal jumlah kategori yang terisi untuk setiap variabel adalah 3. Ordi tidak dapat mengolah variabel dengan hanya dua kategori yang terisi

Semua persyaratan input data ini ditampilkan pada halaman utama dari program Ordi

Bersambung ke tulisan: Cara Membaca Output Program ORDI

Ingin memperoleh program ORDI. Klik keterangannya disini

Cara Menjalankan Program Ordi

Ordi merupakan program dalam bentuk add-in Excel dan dirancang untuk tujuan mentransformasi data dari skala ordinal ke skala interval. Ordi Versi 1.0 ini dirancang beroperasi pada lingkungan Microsoft Office Excel  2003 dan 2007.

Sebelum membaca bagian ini, silakan baca terlebih dahulu dua tulisan sebelumnya mengenai Ordi yaitu:

Pengenalan Program Ordi: Transformasi Data Ordinal ke Interval

Cara Menginstal Program Ordi

Berikut tahapan cara menjalankan atau mengoperasikan program Ordi

1. Pada Excel 2007, buka Excel, klik  menu Add-ins, kemudian klik Ordi pada menu Ribbon. Pada Excel 2003, buka Excel, klik Tools kemudian klik Ordi pada menu drop-down. Akan muncul tampilan sebagai berikut:

Halaman utama dari program Ordi terdiri dari “kotak isian input data” yang akan menampilkan range input data, tombol “Range Input Data” yang digunakan untuk masuk ke menu pengisian range data, tombol “Proses” untuk memproses perhitungan setelah Anda menginput data, tombol “Keluar” untuk keluar dari program (catatan: untuk setiap satu kali pemrosesan data, program Ordi juga akan secara otomatis keluar dan harus memanggil kembali program ini untuk melakukan proses perhitungan dengan data yang lain), dan tombol Bantuan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai program Ordi.

2. Klik tombol “Range Input Data”. Akan muncul tampilan halaman input berikut

3. Blok range input data Anda yang ada di worksheet Excel.  Sebagai contoh, kita inputkan data berikut dibawah ini

Ketika Anda memblok data tersebut, alamat rangenya akan langsung muncul dalam halaman input sebagai berikut:

4. Klik OK, maka akan kembali ke halaman utama. Alamat range tersebut (A1:B10) juga akan terlihat pada isian input data seperti gambar dibawah ini. Selanjutnya klik tombol Proses

4. Hasil transformasi akan muncul pada sheet baru di Excel Anda, seperti gambar dibawah ini

Bersambung ke tulisan: Persyaratan Input Data Program ORDI

Program Ordi: Cara Menginstal

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai Program Ordi yaitu program untuk mentransformasikan data ordinal ke interval. Silakan baca terlebih dahulu tulisan awal tersebut. Klik disini

Berikut tahapan untuk menginstal program Ordi.

Setelah melakukan pemesanan, Anda akan mendapatkan file ordi.zip. Ekstrak atau Unzip terlebih dahulu file ordi.zip  tersebut ke drive C:, sehingga pada drive C akan terbentuk folder dengan nama ordi yang berisi tiga file yaitu ordi.xla, ordi.hlp dan help ordi.pdf. Khusus untuk file help ordi.pdf bisa anda pindahkan ke drive atau folder lainnya, karena file tersebut adalah file bantuan untuk versi cetak (jika anda ingin mencetaknya)

Untuk MS Office 2003, tahapan instalnya

1. Buka program Excel

2.  Klik Tools kemudian Add-Ins, akan muncul tampilan berikut:

3. Klik Browse, masuk ke folder C:\ordi. Pilih  file ordi.xla.  Akan muncul tampilan seperti gambar diatas, tetapi pada kotak Add-Ins available sudah terdapat tulisan Ordi yang dicentang

4. Selanjutnya klik OK, akan muncul tampilan yang menyatakan Anda sudah berhasil mengaktifkan Ordi add-in. Klik OK

5. Setelah langkah keempat diatas,Ordi akan muncul dalam menu Excel Anda. Cara melihatnya adalah klik Tools, maka pada menu drop down akan terlihat tulisan Ordi (lihat pada gambar berikut pada bagian paling bawah)

Untuk MS Office Excel 2007, tahapan instalnya sebagai berikut:

1. Buka program Excel

2. Klik tombol Office Button (icon bulat yang ada di sudut kiri atas dari program Excel) dan klik tombol Excel Option. Akan muncul tampilan berikut:

3. Klik Add-Ins dan klik Go, sehingga akan muncul Excel Add-In, seperti gambar berikut:

4. Klik Browse, masuk ke folder C:\ordi. Pilih  file ordi.xlam. Kemudian klik OK .

5. Akan muncul tampilan seperti dibawah ini yang menyatakan bahwa Anda sudah berhasil mengaktifkan Ordi  add-in. Selanjutnya klik OK. Proses instal selesai.

6. Setelah langkah 5 diatas, Ordi akan muncul dalam menu Excel Anda. Cara melihatnya adalah: Klik Add-ins pada menu Excel , maka akan muncul menu Ribbon seperti  dibawah ini yang memperlihatkan adanya tulisan (menu) Ordi didalamnya.

Bersambung ke tulisan: Cara Menjalankan Program Ordi

Lihat juga tulisan terkait:

Pengenalan Program ORDI

Persyaratan Input Data Ordi

Cara Membaca Output Ordi

Pesan-Pesan Kesalahan Program Ordi

Cara Uninstal Program Ordi

Cara Memperoleh Program Ordi

Pengenalan Program Ordi: Transformasi Data Ordinal ke Interval

Menurut tingkatannya, data secara berurut dari skala terendah ke tertinggi adalah data nominal, ordinal, interval dan ratio. Dalam penggunaan alat analisis, umumnya ditentukan skala minimal dari data yang dibutuhkan. Namun seringkali data yang dimiliki tidak memenuhi persyaratan tersebut. Misalnya, data yang dimiliki berskala ordinal, sementara persyaratan alat analisis membutuhkan data dengan skala minimal adalah data interval. Dalam kondisi tersebut, perlu dilakukan transformasi data dari skala ordinal ke interval.

Program Ordi merupakan program dalam bentuk add-in Excel yang dirancang untuk tujuan mentransformasi data dari skala ordinal ke skala interval. Ordi Versi 1.0 ini dapat beroperasi pada lingkungan Microsoft Office Excel 2003 dan 2007 . Metode transformasi yang digunakan dalam program Ordi ini adalah method of successive interval (Hays, 1976)

Program Ordi ini dapat berjalan dalam satu kali operasi perhitungan dengan jumlah observasi per variabel mencapai 1000 observasi dan jumlah variabel sampai 90 variabel. Berdasarkan pengujian yang  dilakukan dengan menggunakan komputer (laptop) Acer Aspire 4520 (AMD Turion 64 x 2), dengan jumlah variabel 90 dan masing-masing variabel memiliki observasi sebanyak 1000, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 detik.

Selain itu, Program ORDI ini juga dapat mengakomodasi/menghitung transformasi data ordinal dalam kasus terdapat kategori yang tidak terisi. Misalnya, jika skala ordinal yang kita punya adalah 1 – 7, tetapi terdapat kategori yang tidak terisi pada kategori 5 atau yang lainnya. (Silakan baca lebih lanjut, lanjutan penjelasan mengenai persyaratan kategori tidak terisi ini pada seri tulisan ini)

Pengoperasian Program ORDI juga sangat mudah, dengan tampilan program seperti dibawah ini:

Tertarik dengan program ini ? Silakan klik disini. Atau jika Anda ingin mengenal lebih jauh mengenai program Ordi, silakan baca terlebih dahulu tulisan-tulisan berikut:

Cara Menginstal Program Ordi

Cara Menjalankan Program Ordi

Persyaratan Input Data Ordi

Cara Membaca Output Ordi

Pesan-Pesan Kesalahan Program Ordi

Cara Uninstal Program Ordi

Cara Memperoleh Program Ordi

Kasus Perhitungan Manual: Transformasi Ordinal ke Interval

Tulisan ini sengaja ditulis untuk menjawab pertanyaan salah seorang pengunjung blog ini (Sdr. Hadi Sugiyanto). Tetapi, mudah-mudahan juga bisa bermanfaat bagi pengunjung lainnya yang menghadapi kasus yang sama.

Kasusnya sebagai berikut:

Sdr. Hadi Sugiyanto memiliki data ordinal dan ingin mentransformasikan ke skala interval. Secara ringkas, data yang dimiliki dengan frekuensinya adalah:

katagori          frekuensi

1                          0

2                          0

3                         40

4                         61

5                         15

Setelah menggunakan rumus-rumus yang saya buat dengan Excel  (lihat tulisan ini), dan kemudian mencoba menghitung secara manual, ternyata beliau mendapatkan hasil yang relatif jauh berbeda, sebagai berikut:

Cara Manual                            Cara artikel

1 = 0                                           1 = 0

2 = 0                                           2 = 0

3 = 1                                           3 = 1

4 = 2.0499                               4 = 2.3679

5 = 4.9896                               5 = 3.6982

Untuk menjelaskan lebih jauh kasus tersebut, disini akan diberikan prosedur perhitungan secara manual untuk transformasi data ordinal ke interval.

Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam mentransformasi data ordinal ke interval yaitu:

  • Untuk setiap pertanyaan, hitung frekuensi jawaban setiap data kategori/ordinal (pilihan jawaban).
  • Kalikan frekuensi dengan nilai ordinal/kategori
  • Berdasarkan frekuensi setiap kategori dihitung proporsinya.
  • Dari proporsi yang diperoleh, hitung proporsi kumulatif untuk setiap kategori.
  • Hitung nilai Z untuk setiap proporsi kumulatif.
  • Tentukan pula nilai batas Z (nilai fungsi padat probabilitas pada absis Z) untuk setiap kategori.
  • Hitung scale value (interval rata-rata) untuk setiap kategori.

Untuk memperjelas tahapan tersebut, mari kita ikuti perhitungan berikut (dengan kasus data yang dikemukakan Sdr. Hadi Sugiyanto). Perhatikan tabel berikut dan penjelasannya

ord

Kolom 1 adalah kolom dari kategori. Disini misalnya kategorinya terdiri dari 1 – 5

Kolom 2 adalah kolom frekuensi data untuk masing-masing kategori. Frekuensi tersebut, sesuai dengan kasus yang diberikan oleh Hadi Sugiyanto, dimana frekuensi untuk kategori 1 dan 2 adalah 0, kategori 3 = 40, kategori 4 = 61 dan kategori 5 = 15.

Kolom 3 adalah perkalian antara kolom kategori (kolom 1) dan kolom frekuensi (kolom 2). Misalnya angka 120 adalah hasil perkalian antara 3 x 40 dst.

Kolom 4 adalah proporsi frekuensi untuk masing-masing kategori, yaitu frekuensi yang ada pada kolom 2. Misalnya angka 0.52586 adalah hasil bagi antara 61/116.

Kolom 5 adalah proporsi kumulatif dari kolom 4. Misalnya angka 0,87069 adalah penjumlahan antara 0,34483 + 0,52586

Kolom 6 adalah nilai Z untuk proporsi kumulatif dari kolom 5. Nilai Z ini bisa dilihat dari tabel distribusi normal yang umumnya tersedia pada lampiran-lampiran buku statistik. Tetapi, umumnya tabel distribusi normal tersebut hanya memuat nilai Z untuk dua desimal di belakang koma dan untuk probabilitas empat angka dibelakang koma. Untuk mendapatkan presisi yang lebih baik, misalnya untuk mendapatkan nilai Z yang lebih dua desimal dibelakang koma dan dengan probabilita yang lebih dari empat angka dibelakang koma, kita bisa menggunakan rumus Excel =NORMSINV(prob.). Pada prob. masukkan nilai probabilitanya, atau alamat sel yang memuat probabilita tersebut (dalam hal ini adalah nilai proporsi kumulatif).

Misalnya, nilai Z untuk proporsi kumulatif (sebagai probabilita) 0,34483 adalah -0.3993. (catatan: untuk probabilitas <= 0,5, nilai Z adalah bernilai negatif).

Nilai Z hanya  dihitung untuk proporsi kumulatif lebih besar dari 0 dan lebih kecil dari 1. Karenanya, dalam kasus diatas, kita hanya menghitung untuk kategori 3 dan 4.

Kolom 7 adalah nilai batas Z (nilai fungsi padat probabilitas pada absis Z) untuk setiap kategori.

Rumusnya adalah:

ord1

Dimana π = 3.14159 dan e =2.71828.

Misalnya angka 0,36837 dari tabel diatas berasal dari:

ord2

Dengan rumus Excel, kita bisa buat menjadi

=(1/((2*PI())^0.5))*(EXP(-((F4^2)/2)))

Dimana F4 adalah sel dari nilai Z yang akan dihitung nilai batas Z nya.

Atau dengan rumus Excel yang lebih ringkas adalah:

=normdist(F4,0,1,0).

Kolom 8 adalah scale value (interval rata-rata) untuk setiap kategori melalui persamaan berikut:

ord3

Batas atas/batas bawah adalah proporsi kumulatif (kolom 5). Kepadatan batas atas/bawah adalah nilai pada kolom 7.

Misalnya untuk angka 0.2997, diperoleh dari:

ord4

Kolom 9 adalah score (nilai hasil transformasi) untuk setiap kategori melalui persamaan:

ord5

Scale value adalah nilai yang telah dihitung pada kolom H. IScale ValueminI artinya adalah nilai absolut dari scale value paling kecil. Dalam rumus di atas tanda absolut adalah І…І.

Pada contoh diatas, scale value(pada kolom  “8”)  terkecil adalah -1.0683, (nilai absolutnya 1.0683). Dengan demikian, misalnya untuk kategori 5, scorenya menjadi:

Score = 1.62993 + 1.0683 + 1 = 3.69821

Dari perhitungan manual kita, ternyata hasilnya sama dengan rumus-rumus Excel yang ada pada tulisan yang pernah saya buat. Lalu, mengapa pengerjaan manual dari Sdr. Hadi Sugiyanto tadi bisa berbeda ?

Kemungkinannya menurut saya adalah dalam hal pembulatan perhitungan-perhitungan yang dilakukan. Prosedur dalam transformasi data ordinal ke interval relatif panjang, sehingga pembulatan-pembulatan angka yang dilakukan selama proses perhitungan akan sangat mempengaruhi hasil akhirnya.

Sebagai catatan penting juga, program Excel melakukan perhitungan dengan tingkat ketepatan 14 digit di belakang koma.

Tapi, bagi Anda yang tidak mau repot-repot menyusun rumus tersebut, tersedia paket program yang siap pakai yaitu Program Odi. Silkan klik disini untuk penjelasan lebih lanjut mengenai program Ordi

Ok, cukup sekian dulu. Mudah-mudahan bermanfaat.