Iklan

Mobilitas Penduduk dan Remitan

1. Pengantar

Dalam teori ekonomi neoklasik, mobilitas penduduk di- pandang sebagai mobilitas geografis tenaga kerja, yang me- rupakan respon terhadap ketidakseimbangan distribusi ke- ruangan lahan, tenaga kerja, kapital dan sumberdaya alam. Ketidakseimbangan lokasi geografis faktor produksi tersebut pada gilirannya mempengaruhi arah dan volume migrasi.

Baca lebih lanjut

Iklan

Pembangunan Berwawasan Kependudukan

1. Pengantar

Dalam kurun waktu 1966 sampai dengan akhir tahun 1970-an, para ekonom di Indonesia telah berhasil mengembangkan sector industri dengan penuh kehati-hatian dan disesuaikan dengan kondisi makro ekonomi yang ada. Namun, sejak awal tahun 1990-an perkembangan industri tersebut berubah lebih menekankan pada industri berteknologi tinggi. Dampaknya adalah terjadi tekanan yang sangat berlebihan pada pembiayaan yang harus ditanggung oleh pemerintah. Baca lebih lanjut

Kajian Teoritis Mengenai Ketimpangan Gender

Gender merupakan kajian tentang tingkah laku perempuan dan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan. Gender berbeda dari seks atau jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang bersifat biologis. Ini disebabkan yang dianggap maskulin dalam satu kebudayaan bisa dianggap sebagai feminim dalam budaya lain. Dengan kata lain, ciri maskulin atau feminim itu tergantung dari konteks sosial-budaya bukan semata-mata pada perbedaan jenis kelamin. Baca lebih lanjut

Visi Indonesia 2030: Tinjauan Upaya Pencapaian dari Aspek Dinamika Kependudukan

I. LATAR BELAKANG

Kerangka dasar “Visi Indonesia 2030” yang secara resmi disampaikan oleh Yayasan Indonesia Forum (YIF) di Istana Negara pada tanggal 22 Maret 2007, awalnya digagas dalam Kongres XVI Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (Manado, Juli 2006). Gagasan ini kemudian berkembang ketika United Bank of Switzerland  (UBS), Januari 2007 menerbitkan laporannya dengan judul “Essential 2007”. Di dalam laporan tersebut dinyatakan pada tahun 2025, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh terbesar setelah Cina, Amerika Serikat, Uni Eropa, India, Jepang dan Brasilia. Selanjutnya, pada tahun 2050 (20 tahun kemudian) kekuatan ekonomi akan bergeser dan menempatkan Indonesia menjadi lima besar dunia, setelah China, India, Amerika Serikat, Uni Eropa. Pada urutan keenam dan ketujuh adalah Jepang dan Brazilia. Baca lebih lanjut