Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel di Indonesia

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang saya tulis yaitu mengenai pasar kerja fleksibel. Dalam tulisan ini, lebih disoroti perjalanan arah kebijakan pasar kerja fleksibel di Indonesia, dimulai dari pembahasan mengenai UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dilanjutkan dengan RPJMN 2004-2009, serta beberapa turunan peraturan-peraturan lainnya. Baca lebih lanjut

Pasar Kerja Fleksibel

Pasar kerja fleksibel, sebagai salah satu kebijakan publik di Indonesia pertama kali diperkenalkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009. Banyak yang menanggapi kebijakan tersebut, baik dalam nada tanggapan yang mendukung maupun yang menolak. Meskipun demikian, dari berbagai tanggapan, terlihat tidak adanya keseragaman pemahaman mengenai pasar kerja fleksibel tersebut. Baca lebih lanjut

Penduduk Lanjut Usia dan Peranan Keluarga

1. Pengantar
Perhatian pemerintah di negara-negara sedang berkem┬Čbang terhadap penduduk lanjut usia (lansia) belakangan ini terus meningkat. Hal ini karena pesatnya pertumbuhan penduduk lansia di negara-negara tersebut. Diperkirakan pada tahun 2000 jumlah penduduk lansia akan lebih separuh (50,9 persen) dari total penduduk dan bahkan pada tahun 2025 proporsi tersebut akan mencapai 56,9 persen. Pening┬Čkatan yang pesat ini secara historis belum pernah terjadi di dunia.

Baca lebih lanjut

Prospek Mobilitas Penduduk di Era Otonomi Daerah

1. Pengantar

Di samping jumlah penduduknya yang besar, karakteristik penduduk Indonesia yang kurang menguntungkan adalah persebarannya yang tidak merata. Sekitar 60% penduduk Indonesia mengelompok di Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya 6,9% dari luas seluruh daratan Indonesia.

Ketimpangan persebaran penduduk di Indonesia erat kaitannya dengan kebijaksanaan Pemerintah Belanda di Indonesia pada abad ke-l9. Mereka mempersiapkan Indonesia sebagai penghasil bahan mentah untuk industri-industri yang berada di Eropa, terutama di negeri Belanda. Bahan mentah seperti karet, kopi, teh, dan tembakau yang sangat dibutuhkan ditanam di Pulau Jawa.
Baca lebih lanjut

Mobilitas Penduduk dan Remitan

1. Pengantar

Dalam teori ekonomi neoklasik, mobilitas penduduk di- pandang sebagai mobilitas geografis tenaga kerja, yang me- rupakan respon terhadap ketidakseimbangan distribusi ke- ruangan lahan, tenaga kerja, kapital dan sumberdaya alam. Ketidakseimbangan lokasi geografis faktor produksi tersebut pada gilirannya mempengaruhi arah dan volume migrasi.

Baca lebih lanjut

Pembangunan Berwawasan Kependudukan

1. Pengantar

Dalam kurun waktu 1966 sampai dengan akhir tahun 1970-an, para ekonom di Indonesia telah berhasil mengembangkan sector industri dengan penuh kehati-hatian dan disesuaikan dengan kondisi makro ekonomi yang ada. Namun, sejak awal tahun 1990-an perkembangan industri tersebut berubah lebih menekankan pada industri berteknologi tinggi. Dampaknya adalah terjadi tekanan yang sangat berlebihan pada pembiayaan yang harus ditanggung oleh pemerintah. Baca lebih lanjut

Kajian Teoritis Mengenai Ketimpangan Gender

Gender merupakan kajian tentang tingkah laku perempuan dan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan. Gender berbeda dari seks atau jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang bersifat biologis. Ini disebabkan yang dianggap maskulin dalam satu kebudayaan bisa dianggap sebagai feminim dalam budaya lain. Dengan kata lain, ciri maskulin atau feminim itu tergantung dari konteks sosial-budaya bukan semata-mata pada perbedaan jenis kelamin. Baca lebih lanjut