About these ads

Memahami Skala-Skala Pengukuran


Pengukuran dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistimatik dalam menilai dan membedakan sesuatu obyek yang diukur. Pengukuran tersebut diatur menurut kaidah-kaidah tertentu. Kaidah-kaidah yang berbeda menghendaki skala serta pengukuran yang berbeda pula.

Dalam mengolah dan menganalisis data, kita sangat berkepentingan dengan sifat dasar skala pengukuran yang digunakan. Operasi-operasi matematik serta pilihan peralatan statistik yang digunakan dalam pengolahan data, pada dasarnya memiliki persyaratan tertentu dalam hal skala pengukuran datanya. Ketidaksesuaian antara skala pengukuran dengan operasi matematik /peralatan statistik yang digunakan akan menghasilkan kesimpulan yang bias dan tidak tepat/relevan.

Oleh karenanya, dalam tulisan kali ini, menyambung dua tulisan sebelumnya (Transformasi Data Ordinal ke Interval dengan Excel dan Transformasi Data Ordinal ke Interval dengan Minitab), kita akan mencoba memahami skala-skala pengukuran yang ada serta perbedaan-perbedaannya.

Ada empat tipe pengukuran atau skala pengukuran yang digunakan dalam statistika, yakni: nominal, ordinal, interval, dan rasio.

1. Nominal

Skala Nominal merupakan skala yang paling lemah/rendah di antara skala pengukuran yang ada. Skala nominal hanya bisa membedakan benda atau peristiwa yang satu dengan yang lainnya berdasarkan nama (predikat). Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasi obyek, individual atau kelompok dalam bentuk kategori.

Pemberian angka atau simbol pada skala nomial tidak memiliki maksud kuantitatif hanya menunjukkan ada atau tidak adanya atribut atau karakteristik pada objek yang diukur. Misalnya, jenis kelamin diberi kode 1 untuk laki-laki dan kode 2 untuk perempuan. Angka ini hanya berfungsi sebagai label

kategori, tanpa memiliki nilai instrinsik dan tidak memiliki arti apa pun. Kita tidak bisa mengatakan perempuan dua kali dari laki-laki. Kita bisa saja mengkode laki-laki menjadi 2 dan perempuan dengan kode 1, atau bilangan apapun asal kodenya berbeda antara laki-laki dan perempuan. Misalnya lagi untuk agama, kita bisa mengkode 1=Islam, 2=Kristen, 3=Hindu, 4=Budha dstnya. Kita bisa menukar angka-angka tersebut, selama suatu karakteristik memiliki angka yang berbeda dengan karakteristik lainnya.

Karena tidak memiliki nilai instrinsik, maka angka-angka (kode-kode) yang kita berikan tersebut tidak memiliki sifat sebagaimana bilangan pada umumnya. Oleh karenanya, pada variabel dengan skala nominal tidak dapat diterapkan operasi matematika standar (aritmatik) seperti pengurangan, penjumlahan, perkalian, dan lainnya. Peralatan statistik yang sesuai dengan skala nominal adalah peralatan statistik yang berbasiskan (berdasarkan) jumlah dan proporsi seperti modus, distribusi frekuensi, Chi Square dan beberapa peralatan statistik non-parametrik lainnya.

2. Ordinal

Skala Ordinal ini lebih tinggi daripada skala nominal, dan sering juga disebut dengan skala peringkat. Hal ini karena dalam skala ordinal, lambang-lambang bilangan hasil pengukuran selain menunjukkan pembedaan juga menunjukkan urutan atau tingkatan obyek yang diukur menurut karakteristik tertentu.

Misalnya tingkat kepuasan seseorang terhadap produk. Bisa kita beri angka dengan 5=sangat puas, 4=puas, 3=kurang puas, 2=tidak puas dan 1=sangat tidak puas. Atau misalnya dalam suatu lomba, pemenangnya diberi peringkat 1,2,3 dstnya.

Dalam skala ordinal, tidak seperti skala nominal, ketika kita ingin mengganti angka-angkanya, harus dilakukan secara berurut dari besar ke kecil atau dari kecil ke besar. Jadi, tidak boleh kita buat 1=sangat puas, 2=tidak puas, 3=puas dstnya. Yang boleh adalah 1=sangat puas, 2=puas, 3=kurang puas dstnya.

Selain itu, yang perlu diperhatikan dari karakteristik skala ordinal adalah meskipun nilainya sudah memiliki batas yang jelas tetapi belum memiliki jarak (selisih). Kita tidak tahu berapa jarak kepuasan dari tidak puas ke kurang puas. Dengan kata lain juga, walaupun sangat puas kita beri angka 5 dan sangat tidak puas kita beri angka 1, kita tidak bisa mengatakan bahwa kepuasan yang sangat puas lima kali lebih tinggi dibandingkan yang sangat tidak puas.

Sebagaimana halnya pada skala nominal, pada skala ordinal kita juga tidak dapat menerapkan operasi matematika standar (aritmatik) seperti pengurangan, penjumlahan, perkalian, dan lainnya. Peralatan statistik yang sesuai dengan skala ordinal juga adalah peralatan statistik yang berbasiskan (berdasarkan) jumlah dan proporsi seperti modus, distribusi frekuensi, Chi Square dan beberapa peralatan statistik non-parametrik lainnya.

3. Interval

Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian, skala interval sudah memiliki nilai intrinsik, sudah memiliki jarak, tetapi jarak tersebut belum merupakan kelipatan. Pengertian “jarak belum merupakan kelipatan” ini kadang-kadang diartikan bahwa skala interval tidak memiliki nilai nol mutlak.

Misalnya pada pengukuran suhu. Kalau ada tiga daerah dengan suhu daerah A = 10oC, daerah B = 15oC dan daerah C=20oC. Kita bisa mengatakan bahwa selisih suhu daerah B, 5oC lebih panas dibandingkan daerah A, dan selisih suhu daerah C dengan daerah B adalah 5oC. (Ini menunjukkan pengukuran interval sudah memiliki jarak yang tetap). Tetapi, kita tidak bisa mengatakan bahwa suhu daerah C dua kali lebih panas dibandingkan daerah A (artinya tidak bisa jadi kelipatan). Kenapa ? Karena dengan pengukuran yang lain, misalnya dengan Fahrenheit, di daerah A suhunya adalah 50oF, di daerah B = 59oF dan daerah C=68oF. Artinya, dengan pengukuran Fahrenheit, daerah C tidak dua kali lebih panas dibandingkan daerah A, dan ini terjadi karena dalam derajat Fahrenheit titik nolnya pada 32, sedangkan dalam derajat Celcius titik nolnya pada 0. (Bagi yang menginginkan cara mengkonversi Celcius ke Fahrenheit atau sebaliknya, lihat tulisan mengenai Konversi Sistem-Sistem Pengukuran dengan Excel)

Contoh lainnya, misalnya dua orang murid, si A mendapat nilai 70 sedangkan si B mendapat nilai 35. Kita tidak bisa mengatakan si A dua kali lebih pintar dibandingkan si B. (Kenapa ?)

Skala interval ini sudah benar-benar angka dan, kita sudah dapat menerapkan semua operasi matematika serta peralatan statistik kecuali yang berdasarkan pada rasio seperti koefisien variasi.

4. Skala rasio

Skala rasio adalah skala data dengan kualitas paling tinggi. Pada skala rasio, terdapat semua karakteristik skala nominal,ordinal dan skala interval ditambah dengan sifat adanya nilai nol yang bersifat mutlak. Nilai nol mutlak ini artinya adalah nilai dasar yang tidak bisa diubah meskipun menggunakan skala yang lain. Oleh karenanya, pada skala ratio, pengukuran sudah mempunyai nilai perbandingan/rasio.

Pengukuran-pengukuran dalam skala rasio yang sering digunakan adalah pengukuran tinggi dan berat. Misalnya berat benda A adalah 30 kg, sedangkan benda B adalah 60 kg. Maka dapat dikatakan bahwa benda B dua kali lebih berat dibandingkan benda A.

About these ads

78 Tanggapan

  1. Pak, saya mau tanya bagaimana caranya mengubah skala ordinal menjadi skala rasio, terima kasih atas jawabannya.

  2. Salam kenal pak, saya masih bingung cara membuat t-tabel, boleh diulang langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan. Sekedar info, data saya ada 4 variable dependen, 1 variabel independen dan (n)=36. Mohon dapat dibantu, terima kasih

  3. Pak,mau tanya
    saya memakai data skala Likert(0-5), sementara saya butuh reliabilitas menggunakan SPSS. banyak data bernilai nol, jadinya ndak bisa pakai SPSS.. apakah data saya yang berskala Likert bisa dikonversikan menjadi skala Guttman? jika ada, mohon referensinya Pak.. terima kasih..

  4. selamat pagi,
    bagaimana cara validitas data dengan skala guttman dng spss?
    trims

  5. mohon bantuannya pak.. saya sedang menyusun skripsi dengan judul hubungan antara gaya belajar dengan prestasi belajar. data gaya belajar itu kan berupa data nominal, sedangkan data prestasi belajar adalah data interval. dengan uji apa saya bisa menguji hipotesisnya??? dan apakah juga memerlukan uji prasyarat seperti dalam statistik parametrik?? terimakasih.

  6. apakah ada rujukan jurnal/buku terbitan luar ttg transformasi skala ordinal ke interval ? Mengapa dalam option di SPSS ada regresi ordinal ? Hal ini menunjukan bahwa setiap data sebaiknya di perlakukan sebagaimana aslinya ? Untuk skala likert 1-5 memang para ahli ada yang berpendapat bahwa skala ini ordinal tetapi banyak juga yang mengatakan bahwa skala ini adalah interval dengan alasan bahwa luasnya penggunaan alat-alat statistik bila diperlakukan sebagai data interval. tks

    Cukup banyak tulisan yang terkait dengan transformasi data ordinal ke interval ini dengan menggunakan berbagai teknik. Diantaranya:
    1. Hays, W. L, 1976. Quantification in Psychology. Prentice Hall. New Delhi.
    2. J. Scott Granberg-Rademacker . 2010. An Algorithm for Converting Ordinal Scale Measurement Data to Interval/Ratio Scale. Educational and Psychological Measurement February 2010 vol. 70 no. 1 74-90
    3. Michael R. Harwell dan Guido G. Gatti. 2001. Rescaling Ordinal Data to Interval Data in Educational Research. Review of Educational Research. Spring 2001 vol. 71 no. 1
    4. Budi Waryanto and Yuan Astika Millafati. 2006. Transformasi Data Skala ordinal ke Interval dengan Menggunakan Makro Minitab. Informatika Pertanian Volume 15, 2006

    Terkait dengan penggunaan data skala ordinal, ada tiga pendapat/aliran:
    1. Perlakukan data ordinal sebagai data ordinal (tentunya sesuaikan alat analisis dengan jenis data ini)
    2. Perlakukan data ordinal sebagai data interval (ketika alat analisis kita butuh data skala interval)
    3. Transformasi data ordinal ke interval (ketika alat analisis kita butuh data skala interval)
    Sampai sekarang perdebatan dari ketiga aliran ini belum selesai (dan memang sebaiknya perdebatan dalam ilmu jangan pernah selesai, karena ini akan semakin menyempurnakan ilmu tersebut).
    Terkait dengan option option regresi ordinal di SPSS, memang itu untuk mengatasi dependent variable kita berskala ordinal. Tetapi kebutuhan untuk mentransformasi data ordinal ke interval berdasarkan beberapa literatur yang mendukungnya, tidak hanya sekedar kepentingan analisis regresi tersebut. Terdapat alat analisis statistik lainnya yang juga butuh dapat skala interval (dan si peneliti ingin/butuh — sesuai dengan tujuan penelitian– alat analisis tersebut).
    Kira-kira begitu menurut saya. Tapi pendapat saya ini bisa salah bisa juga benar. Maklum pengetahuan statistik saya juga masih sangat terbatas, dibandingkan luasnya ilmu statistik yang berkembang

    • apa syarat utama skala pengukuran dan langkah-langkah dalam mengkonstruksi skala pengukuran

    • Salam kenal, Pak… Saat ini saya sedang menyusun skripsi… Adakah rekomendasi buku mengenai pengukuran skala likert yang menyatakan bahwa pengukuran bisa dilakukan dengan variasi jawaban yang genap (jenjang 1-4 atau 1-6)… Saya terima kasih banyak pak…

  7. Assalamualaikum Pak Jun,
    Saya mau tanya, salah satu variabel dalam penelitian saya menggunakan skala Guttman. saya hanya ingin memastikan saja, apakah benar jenis data yang menggunakan skala GUttman, setelah diberi nilai “0” untuk jawaban salah dan nilai “1” untuk jawaban benar, datanya menjadi data rasio?terima kasih.

  8. Untuk mengukur keberhasilan suatu program yang tekah dilaunching, guna mengetahui apakah progran tersebut mendapat apresiasi yg baik dari pasar, apakah “sangat bagus, bagus, biasa saja, kurang bagus, tidak bagus” bisa digunakan?

  9. selamat malam Pak,
    tanya…instrumen untuk variabel pengetahuan yang tepat kuesioner atau instrumen tes.

    terima kasih atas banuannya.
    wasalam

  10. Selamat malam Pak Junaidi,
    Sama dengan pertanyaan RONA (25/10/10), bagaimana bila variabel independen menggunakan skala Likert 5 poin dan variabel independen menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, misal menanyakan berapa banyak frekuensi kunjungan dan berapa nominal yang dibelanjakan. Apakah ini termasuk skala rasio?? Lalu, bisa tidak jika variabel-variabelnya menggunakan skala yang berbeda?
    Pertanyaan kedua:bisa tolong ajari bagaimana menghitung koefisien reliabilitas(alpha-cronbach) dan koefisien korelasi Pearson menggunakan EXCEL 2007?
    Terima kasih atas bantuannya Pak…

    Wassalam

  11. pak saya mau tanya tentang variabel panetahuan yang menggunakan skala ordinal,,?
    gimana pak apakah bisa

  12. assalamualaikum…
    pak saya mau tanya, klw pertanyaan kuisioner saya kan menggunakan options jawabannya hanya ya dan tidak serta alasan.
    itu masuknya skala apa ya?
    trus uji validitas dan realibilitasnya gmn pak?
    maaf saya kurang ngerti nih…..

  13. ulasan yg sanga menarik pak
    saya mau tanya, jika kita mengukur pengetahuan subyek dengan skor 0-10. dan harus digolongkan menjadi tingkat pengetahuan ‘kurang’ ‘sedang’ dan ‘baik’ maka bagaimana pembagian intervalnya? kalau bisa disertakan jg referensinya pak terima kasih atas bantuannya

  14. siang pak……..

    Saya sedang belajar tentang skala ukur & definisi operasional..
    bisa ditambahkan contoh lagi tidak?????????

    thanks….

  15. pak….
    dalam thesis saya, terdapat tiga variabel.
    apakan boleh saya menggunakan skala pengukuran yang berbeda untuk tiap variabel?
    misalnya : variabel X1,semantic differential scale dengan seven-point bipolar scales.
    variabel X2 dan Y saya gunakan skala likert 7 poin.

  16. ass,,,pak boleh kasi saya contoh data-datanya,mislkan menggunakan tabel,…..terima kasih..,,,

  17. makasi banyak pak junaidi…. blog ini sangat membantu saya yang awam dengan istilah penelitian….

  18. aslmlkm…
    Pak, apa kegunaan dari ukuran median, modus desil, kuartil dan percentil

  19. Pak saya mau nanya.Penelitian saya data yg digunakan adalah biaya salauran distribusi dan baiya penjualan.Lalu saya menggunakan skala pengukuran rasio,apa sudah benar?

  20. pak butuh bantuan ni. kami mahasiswa FE Unja. kapan kita menggunakan mean dan kapan menggunakan median pada analisis data deskriptif variabel pengetahuan dan sikap

    Tergantung skala datanya. Biasanya untuk variabel pengetahuan dan sikap, skalanya adalah ordinal. Jika skalanya ordinal, jangan gunakan mean atau median, tetapi gunakan modus.

  21. Assalamualaikum.ww. Pa Jun, saya mengadakan penelitiankorelasi dengan skala guttman (ya dan tidak) jumlah item pertanyaan ada 14 dengan responden 100 orang. pertanyaannya; bagaimana menentukan variabel nya( x dan y),menghitung validitas dan reliabilitasnya. masuk katagori mana variabel “lingkungan” dengan “prilaku” (nominal, interval atau apa ?) mohon bantuannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas penjelasannya , wassalam,

  22. ok pak dan atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

  23. Pak saya mau tanya karena program ordi yang saya pesan tanggal 27-7-2010 yang lalu saya buka tidak bisa terbuka tolong pak penjelasannya bagaimana cara membukanya. Saya sudah membuka dari winzip tapi tidak juga terbuka mohon balasannya . Terima kasih

    Maksudnya tidak bisa di unzip/ekstrak ya? Kalau gitu, saya kirimkan file yang tidak dizip ya. Tapi memang agak sedikit lama mendowloadnya. Soalnya, filenya cukup besar.

  24. ass..pak saya mau tanya saya sedang melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh bauran pemasaran terhadap minat beli konsumen”
    yang ingin saya tanyakan :
    kalo skala pengukuran tiap item pertanyaan berbeda2 bisa diolah dgn regresi gak pa?? jadi gak semua item pertanyaan skala pengukurannya likert..
    kalo regresi tidak bisa, jadinya pake apa pak untuk mengolahnya??
    Terimakasih

  25. pak, saya menggunakan kuesioner dg skala likert 1-6 untuk mengukur variabel dlm skripsi saya, dg maksud agar responden tidak memiliki kecenderungan jawaban netral. yg saya mau tanya, apa alasan ilmiah yg bisa saya gunakan untuk menjelaskan kenapa saya pakai skala likert genap 1-6?knp tidak ganjil?atau jika genap knp tidak 1-4?
    terima kasih.

  26. ass..
    pak sy mw tya, dosen pembimbing sy meminta untuk variabel pengetahuan memakai skala ratio(benar:1, slah:0) dan untuk skala likert juga d minta skala ratio?
    mohon penjelasannya?

  27. ass..pak..
    sy mw tanya…apa bisa skala ordinal dturunkan mjd nominal???
    sy ingin mengukur pengetahuan dg indikator “baik dan Kurang”, apakah ad cara untuk menentukan skornya???
    tmrksh….

    Skala ordinal tidak bisa diturunkan menjadi nominal. Baik dan kurang adalah skala ordinal. Tidak ada cara baku menentukan skornya, tergantung teori dan bentuk pertanyaannya.

  28. Assalammualaikum pak …
    saya mau tanya, judul penelitian saya adalah “hubungan antara persepsi dgn partisipasi masyarakat tani dalam kegiatan sylvofishery di kawasan konservasi”..yg menjadi permasalahan saya cara menentukan skor untuk pertanyaan2 yg diajukan kpd sampel dan cara memasukkan nya kedalam penggolongan: tinggi, sedang, rendah.terimakasih atas bantuan bapak sebelumnya.

    Tidak ada ketentuan atau cara yang tepat untuk itu. Tergantung dari jenis pertanyaannya dan teori yang digunakan.

  29. Assalammualaikum pak …
    saya mau tanya, judul penelitian saya adalah “pengaruh penempatan pegawai terhadap produktivitas kerja”.. yang ingin saya tanyakan adalah ” utk kuesioner saya menggunakan skala guttman,krm ingin mendapatkan jawaban yang tegas, namun yang membuat saya bingung, apakah skala guttman juga merupakan skala ordinal? dan apakah skala guttman dapat menggunakan rumus analisis regresi dan apakah dapat di oleh dengan program SPSS ?
    terima kasih pak ….

  30. maaf pak jun mohon pencerahannya, saya sedang menyusun tesis, pengolahan datanya dengan menggunakan skala guttman, kalau boleh saya tahu bisa tidak skor nya saya rubah keinterval bagaimana caranya, kemudian apa alat uji validitas dari guttman ini terima kasih atas tanggapannya

  31. pak mau tanya
    apakah regresi bisa dilakukan jika variabel independennya skala interval (tahun) dan variabel dependennya skala rasio?
    saya ingin meramal dengan regresi.
    apakah di SPSS ada pilihan untuk skala interval?atau skala interval dianggap sama dengan rasio?
    terima kasih

    Tidak ada masalah. Bisa saja.

  32. ass pak, sy mw tanya apakah untuk mengukur persepsi ada sklalanya? kl ada apa nm ny? sy punya pertanyaan 6 utk persepsi apa ckp penilaian nya dengan mengatakan diatas 3 persepsi baik, dibawah 3 persepsi kurang baik, trims atas bantuannya pak, wass

    Skala dalam mengukur persepsi/sikap biasanya menggunakan skala likert. Untuk menentukan kriterianya, biasanya ditetapkan sendiri oleh peneliti yang didasarkan atas logika, maupun hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan orang lain.

  33. pak…saya mau tanya……. teori dari siapa yang mengatakan bahwa, skala ordinal memiliki kategori baik diatas 75%, sedang 40%-70%, kurang dibawah 40% atau dari buku apa dan pengarangnya siapa pak….
    mohon bantuan ya pak terimakasih

    Setahu saya tidak ada teori itu. Biasanya penetapan kategori baik, sedang atau kurang, hanyalah justifikasi dari peneliti, sesuai dengan bentuk pertanyaannya. Untuk menjustifikasi tersebut, biasanya peneliti merujuk pada hasil-hasil penelitian terdahulu yang mirip dengan penelitian yang akan dilakukannya.

  34. ass pak,
    sy lg bingung n mw tanya , apa pengetahuan punya skala pengukuran? kl ada apa namaya? atau ckp dengan menjawab pertanyaan dan membagi menjadi nilai mean, misalnya ada pertanyaan tentang pengetahuan 11, dibilang pengetahuan tidak baik jika bisa menjawab hanya sampai 5 pertanyaan, dan pengetahuan baik jika bisa menjawab lebih dari 6 pertanyaan. Tolong dijawab ya pak trims

    Secara statistik tidak ada skala pengukuran khusus untuk pengetahuan. Saya tidak tahu, kalau di bidang ilmu pendidikan. Kalau secara statistik, kita cukup menentukan sesuai dengan kriteria seperti yang Anda sampaikan tadi. Tentunya, lebih baik lagi jika ada dasarnya dari penelitian-penelitian terdahulu yang pernah dilakukan orang lain.

    • Ass pak, menyambung pertanyaan sy yg sebelumnya tentang skala pengetahuan, kuesioner sy tentang pertanyaan pengetahuan, setiap pertanyaan jawabannya multiple answer dan pertanyaannya tertutup, jd gmn ya cr menilaianya? trims atas bantuannya

      Setahu saya tidak ada ukuran baku untuk mengatakan suatu pengetahuan itu baik atau tidak baik. Peneliti biasanya menetapkan sendiri sesuai konteks penelitiannya. Apa yang Anda ingin lakukan dengan membagi skor tersebut (jika 5 atau kurang = tidak baik dan jika lebih 5 = baik) boleh-boleh saja. Tetapi yang perlu diingat harus ada dasar logika/teori/hasil penelitian orang lain sebelumnya. Sekali lagi sifatnya tidak baku, sesuai konteks penelitian. Contohnya kalau pertanyaan itu ditujukan untuk dokter menyangkut pengetahuannya tentang penanganan pasien gawat darurat. Tentunya dari 11 pertanyaan, kalau hanya benar 6 belum tentu bisa dikatakan baik. Bisa mati pasiennya.

  35. Assalamu’alaikum wr wb.
    Pak, saya hendak bertanya sekarang saya sedang mengerjakan skripsi dimana variabel X (ordinal) dan Variabel Y (Rasio) apakah dengan skala pengukuran yang berbeda ini dapat di analisis dan jika bisa alat analisis apa yang harus digunakan nantinya?
    Terima Kasih.

    Walaupun skala pengukurannya berbeda, tetap dapat dianalisis kok. Banyak pilihan alat analisis yang bisa digunakan. Jika tidak semua variabel X berskala ordinal (misalnya ada beberapa variabel X), bisa menggunakan regresi linear berganda dengan menjadi variabel ordinal dalam bentuk dummy. Jika variabel X nya hanya satu atau semuanya berskala ordinal, bisa menggunakan peralatan statistik non-parametrik

    • terima kasih atas jawabannya pa,jika hanya ada 2 variabel yang terdiri dari varibel independen dengan skala pengukurannya ordinal dan variabel dependen dengan skala pengukuran rasio maka dengan cara apa saya dapat menguji hipotesisnya?

      Mengingat jumlah variabelnya relatif terbatas, saya sarankan menggunakan statistik non-parametrik. Bisa menggunakan Chi-Square (dengan merubah terlebih dahulu pengukuran rasio tersebut ke ordinal — dengan mengelompokkannya). Bisa menggunakan uji beda rata-rata dan lain-lainnya dalam kelompok statistik non-parametrik.

  36. pak saya mau nanya skala yang co2k dengan tingkat pengetahuan itu apa???? n apakah cocok dengan menggunakan (tinggi,sedang atau rendah) atau (baik,sedang rendah )n jika ada bukunya tolong kasih tau apa judulnya saya kesulitan dalam mencari referensinya.trmakasih.

  37. pak watkan donk cnth soal skala nominal,ordinal,interval,ratio,please…….. y bpk yth n krmkn k e-mail saya y pak

  38. pak, sy hndk skripsi, melihat perilaku konsumen minuman isotonik dr perspektif psikologi, ada 10 prytn persepsi-10 perytn pmbntkn sikap dg skala likert SS, S, TS, STS. dg skor SS=5, S=4, TS=2, STS=1 (favour) dan STS=5, TS=4, S=2, SS=1 (unfavour).bgaimana sy menganalisisnya?Apakah tiap pernyataan dicari rata-rata dengan (sigma{skor x frekuensi})/sampel atau bagaimana?lalu dalam penyajiannya, apakah setiap pernyataan tadi dilihat nilai rata-rata lalu masuk golongan rendah/sedang/tinggi? apa ada kemungkinan penggolongan nilai rata-rata ini masuk kategori rendah/sedang/tinggi tiap soal berbeda?
    Apakah penggolongan spt yang dibuku (rata-rata 2-… adalah rendah dll) itu hanya untuk yang favour?jika yang unfavour tetap sama atau bagaimana?
    maaf saya tidak paham…mohon petunjuk..trmkash

  39. aslm. pak, saya mw tanya mengukur korelasi antara variabel dg skala nominal dan skala ordinal pake apa y ?
    terima kasih

    Ada beberapa metode korelasi pada statistik non-parametrik untuk pengukurannya. Silakan baca literatur statistik non-parametrik. Sebagai pengantar, bisa lihat pada beberapa tulisan saya mengenai statistik non-parametrik pada blog ini.

  40. pak mw nanya ni… metode likert tu apa sich???

    Skala Likert merupakan skala pengukuran sikap yang dikembangkan oleh Rensis Likert tahun 1932 untuk mengukur intensitas sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap suatu objek tertentu. Dalam skala Likert, untuk mengukur variabel, terlebih dahulu dikembangkan indikator-indikator variabel. Indikator-indikator tersebut, kemudian dijadikan dasar menyusun item-item instrumen dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan.

  41. pa, saya sedang menyusun skripsi dan saya menglami kendala saat mengolah data. dalam skripsi saya saya mempunyai dua data untuk diolah kantitataif dan kualitatif, di atas anda menyebutkan untuk data kuantitatif berskala ordinal cocok dihitung dengan menggunakan analisis non parametrik. tapi saya masih bingung apakah data kualitatif yang punya harus diuji normalitasnya dan homogennya terlebih dahulu atau tidak? taukah cukup menggunalan chi kuadrat saja? mohon bantuannya….
    terimakasih.

  42. assalamualikum pak, saya mau tanya, saya membuat angket dengan opsi jawaban Ya dan Tidak
    bagaimana cara menghitungnya ya pak mohon jawabannya…
    sebab saya mengalami kesulitan untuk penelitian ini
    terimakasih

    Maksudnya mungkin cara menganalisisnya. Kalau jawaban ya atau tidak, maka analisisnya adalah dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi saja. Artinya, kita hanya bisa menganalisis berapa persen yang menyatakan ya dan berapa yang menyatakan tidak

  43. salam kenal pak..semoga Bapak masih memantau kolom ini, karena saya butuh bantuan/informasi dari Bapak..
    saya sedang menyusun tesis, dengan variabel yg saya ambil MOTIVASI, KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA, bagaimana cara membuat kuisioner dengan skala nominal untuk 3 variabel tersebut, karena untuk kecerdasan emosional berarti mengukur skala kemampuan, dan secara otimatis dua variabel berikutnya harus dengan skala nominal kan pak…..
    terima kasih.. mohon bantuannya…

  44. Pak saya sedang menulis skripsi, judul saya adalah
    Hubungan Antara Kebiasaan Menulis Buku Harian dengan Keterampilan Intrapersonal Pada Remaja.
    Yang ingin saya tanyakan adalah apakah benar jika saya menyebut skala data “kebiasaan menulis buku harian” sebagai nominal dan “keterampilan intrapersonal” sebagai interval?

    jika benar uji statistik apa yang bisa saya gunakan ya pak, jika data nominal bertemu dengan interval?

    terima kasih banyak

  45. Pak, kira-kira di buku apa yang ada dijelaskan tentang skala Guttman dan lokasi pengukuran (khususnya yang saya ingin baca adalah cutpoint) secara rinci? Trima Kasih Pak….

  46. saya lagi mengukur dengan kuesioner….pertanyaan yang saya buat menggunakan skala guttman, dengan jawaban “sudah” dan “belum”….skala pengukuran yang cocok apa ya pak…nominal or ordinal..???thanks

    Ini adalah skala ordinal. Jika karakteristik sudah lebih tinggi (rendah) dibandingkan karakteristik belum. Tapi juga bisa skala nominal. Tergantung pertanyaannya

  47. saya lagi mengukur dengan kuesioner….pertanyaan yang saya buat menggunakan skala guttman, dengan jawaban “sudah” dan “belum”….skala pengukuran yang cocok apa ya pak…nominal or ordinal..???thanks

  48. pak saya mau nanya, saya sedang nyusun skripsi, penelitian deskriptif, pengumpulan data dengan metode observasi sistematis dibantu dengan format ceklis. format ceklis dengan skala Guttman. skala ukur ordinal.dosen pembimbing saya bilang, kalau saya pakai skala Guttman maka di analisa data harus tentukan titik potong atau cut point. yang mau saya tanyakan adalah bagaimana cara menentukan cut point tersebut.

  49. pak saya mau nanya… skala guttman itu bisa dipakai untuk mengukur Y tidak ya??terima kasih..

  50. maf pak jd kesaimpulan dari data dan pengukuran diatas ,apa?

    Kesimpulannya, pahami dulu skala pengukuran data, baru pilih teknik analisis yang sesuai dengan skala pengukuran tersebut

  51. Salam kenal P. Jun. Saya sedang menyusun tesis dan saya sedang mencoba membuat quisioner untuk mengukur variabel manifest dari variabel laten kompetensi SDM ( terdiri variabel pengetahuan, keahlian, dan sikap) yang saya rencanakan menggunakan skala likert dengan 6 option jawaban.
    1) sebenarnya skala likert option jawaban sebaiknya dibuat dalam jumlah genap atau ganjil dan apakah data yang diperoleh nantinya sudah dalam skala interval.
    2) apakah instrument tsb perlu diuji validitas dan reliabilitasnya karena saya akan menggunakan analisis SEM
    3) untuk SEM dibutuhkan data skal ordinal atau interval?
    4) untuk SEM apakah benar jumlah respondennya harus diatas 100?
    demikian mohon penjelasannya dan mohon maaf kalau terlalu banyak pertanyaannya, sebelumnya terima kasih.

    1. Skala likert sebaiknya dibuat dalam jumlah ganjil. Skala likert adalah skala ordinal
    2. Perlu diuji
    3. Minimal skala ordinal
    4. Tidak ada patokannya. Tapi memang jumlah data diatas 100 akan memberikan hasil yang lebih baik (itupun tergantung jumlah variabelnya)

  52. pak sama mau tanya bagaimana mengukur metode data kualitatif dengan metode diatas?

    Maaf, bisa lebih diperinci pertanyaanya ?

  53. Ass. Maaf pak jun, saya ini mahasiswa bahasa jawa semester 5, mau mencari judul skipsi yang ada kaitanya seperti ini. Saya sebagai guru memberikan angket tentang pernyataan2 dan di lain hari saya membuat pertanyaan dari hasil pernyataan2 it. Saya ingin menentukan ada apa tidak korelasi dari pernyataan dan pernyataan dari siswa. Kalau seperti it menggunakan apa ya pak jun? Terimakasih sebelumnya dngan jawaban yang diberikan.

    Silakan menggunakan korelasi pada kelompok korelasi non-parametrik. Ada banyak jenis korelasi non-parametrik, bisa Anda dalami pada buku-buku statistik non-parametrik

  54. Mau tanya Pak Jun. Saya sedang melakukan penelitian dalam bidang pendidikan, dengan menggunakan angket skala likert berisi 65 pertanyaan berasal dari 10 variabel sikap responden. Saya memberikan treatmen tertentu kepada salah satu kelompok dan yang lain sebagai control group. Angket diberikan sebagai pre-test dan post test baik kepada experiment group maupun control group. Control group diberikan pre dan post test juga untuk melihat apakah dari proses belajar yang biasa pun (tanpa intervensi treatment) ada perubahan sikap. Saya ingin membandingkan adakah perbedaan di antara hasil pre dan post test masing2 kelompok dan antar kelompok-kelompok tersebut. Bagaimana mengolah data tersebut sehingga dapat dipakai untuk pengujian Kruskal & Wallis. Untuk test ini harus digunakan rank, apakah dari persentase jawaban ? saya liat contoh2 spt itu, dan tidak ada yang menggunakan dari mean-nya. Mohon penjelasannya. Sebelumnya terima kasih.

  55. Pak saya mau tanya, kalau skala likert satu indikator ada beberapa pernyataan misal: kejujuran = ada lima pernyataan. sebelum dilakukan analisis harus dirata-ratakan.
    Bagaimana cara merata-ratakan pertanyaan tsb sblm diuji.
    Mohon dibalas, terima kasih banyak

    Tergantung asumsi yang digunakan. Jika anda berasumsi setiap pernyataan memiliki bobot yang sama dalam menggambarkan kejujuran, ya, rata-ratakan seperti cara yang biasa. Tapi jika berasumsi bobotnya tidak sama, maka kalikan dulu dengan bobot tersebut baru dirata-ratakan

  56. 1. saya suah baca dan pelajari metode msi yang bapak buat dengan excel, tapi disitu diperuntukkan untuk skala likert dengan 5 kategori. saya pernah coba memasukkan data dengan skala likert 4 kategori tapi tidak mau jalan. Apa memang ga bisa ya pak untuk skala likert 4 kategori ? Atau ada cara lain?

    2. Bisa ngga metode msi digunakan untuk transformasi data ordinal yang bukan likert? Misal data ttg pendidikan yg saya kategorikan jadi 5 atau 6 kategori? apakah langkah langkahnya sama?

    terimakasih sebelumnya atas jawaban yang Bapak berikan….

    1. Untuk kasus 4 kategori, statusnya sama dengan kasus data kategori tidak terisi (dalam hal ini kategori kelima tidak terisi). Jadi tetap bisa menggunakan rumus ini. Untuk lebih jelasnya coba baca tulisan saya mengenai Transformasi data Ordinal ke Interval dengan Excel (Kasus Kategori Tidak Terisi). Ada program Excel yang sudah saya buat disitu, silakan di download. Sudah saya coba, tidak ada masalah.
    2. Bisa saja, karena rumus tersebut memang untuk transformasi data ordinal (tidak membedakan antara skala likert atau bukan). Tentunya kalau kategorinya lebih dari 5, rumus Excel yang saya buat harus dimodifikasi sedikit.

  57. Ass..
    Pak, saya mau tanya..saya sedang mengerjakan skripsi dimana saya diharuskan mengetahui tingkat kepentingan 7 buah faktor untuk diketahui faktor mana yang paling penting. Saya menggunakan skala ordinal dengan meminta responden meranking ketujuh faktor tsb. Bagaimana mengolah data yang saya punya? Bisakah hanya dengan menggunakan excel. Terima kasih.

    Saya belum terlalu jelas dengan maksud pertanyaan ini. Bisa lebih diperinci kasusnya ? Tapi dugaan sementara saya, mungkin maksudnya analisis faktor. Kalau analisis faktor, bisa menggunakan software-software statistik seperti SPSS, Minitab atau LISREL.

    • Betul pak, saya memang menggunakan analisis faktor. saya sudah selesai sampai ekstraksi faktor dgn menggunakan SPSS. Setelah faktor didapat, saya ingin mengetahui faktor mana yang paling penting skala prioritasnya makanya saya menyebarkan kuesioner lagi dgn skala ordinal dimana saya meminta responden merangking faktor yang sudah saya dapat tersebut. Data yg saya punya skr adalah 200 data mengenai hasil rangking. Yang ingin saya ketahui, bagaimana cara saya mengolahnya sehingga saya bisa mendapatkan informasi mengenai urutan faktor yang terpenting hingga yang paling tidak penting. Terima kasih ya Pak.

  58. Ass..Pak saya mau tanya, saya sdg melakukan penelitian skripsi..ada data yang menggunakan skala ordinal (sy meminta 200 responden untuk merangking). Bagimana cara mengolah data tsb agar sy bisa mengetahui urutan rangking tersebut? terima kasih.

  59. ass. sy mau nanya, sy sdg menyusun skripsi, sy bingung dlm pengukuran variabel, sy dlm mengukur variabel skripsi, ada variabel m’gunax standar yg d ttpkan pemerintah n varibel yg lainx lg sy gunax skala pengukuran nominal krn tdk ada standarx y sy dpt, apa bs sy lakukan it? trimakasih

    Bisa saja. Yang penting ada logika atau teori atau hasil penelitian orang lain yang mendasarinya

  60. ass. pak saya mau tanya. dalam penelitian saya untuk variabel x (nominal) dengan skala guttman dan variabel y (ordinal) dengan skala likert. apa harus di transformasi dari data nominal ke ordinal?? saya bingung cara mengolahnya. tolong minta bantuannya. terima kasih!! wassalam

    Tidak perlu ditransformasi datanya. Ada beberapa peralatan statistik yang cocok untuk skala data semacam itu. Silakan dibaca buku-buku mengenai statistik non-parametrik. Sebagai pengantar kepemahaman statistik non-parametrik ini, bisa dilihat pada beberapa tulisan saya diblog yang lain, diantaranya: (silakan klik di bawah ini)
    Pemahaman Dasar Statistik Non-Parametrik
    Model-Model Analisis Statistik Non-Parametrik
    Statistik Uji Kruskal-Wallis
    Korelasi Peringkat
    Korelasi Peringkat dengan SPSS
    Prosedur Uji Chi-Square
    Chi-Square dengan SPSS

  61. pak, saya sedang melakukan penelitian tetang tingkat pengetahuan pasien, saya perlu skala yang dapat digunakan unutk menyatakan bahwa tingkat pengetahuan pasien tinggi, sedang atau rendah dengan kuisioner. Bapak punya tidak sumber buku yang menyatakan skala skala tersebut, trima kasih pak sebelumnya

    Biasanya penetapan skala pengetahuan responden tergolomg tinggi, sedang, rendah ditetapkan oleh peneliti melalui definisi operasional variabel dalam penelitian. Untuk mendukung penetapan tersebut, peneliti merujuk pada hasil-hasil penelitian orang sebelumnya yang senada dengan penelitian yang akan dilakukan. Jadi, coba cari hasil-hasil penelitian sebelumnya dulu

  62. maaf pak, saya mau tanya tentang pengukuran tingkat pengetahuan akseptorKB.TRIMA KASIH

    Umumnya untuk pengukuran pengetahuan kita bisa menggunakan skala Likert, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai aspek pengetahuan KB, kemudian memperingkat jawaban responden berdasarkan skala Likert.

  63. saya mo’ nanya… kuesioner saya menggunakan pilihan jawaban seperti “tidak setuju”, “netral” dan “Setuju”, apakah itu termasuk skala ordinal
    dan apakah skala ordinal bisa di analisa dengan menggunakan metode regresi…??soalnya skripsi teman2 terdahulu sperti itu…dan saya bingung ketika dosen pembimbing saya bilang skala ordinal tidak bisa menggunakan metode analisis regresi… pa yang harus saya lakukan… saya ingin mencari pengaruh / atau ada tidaknya pengaruh dari beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat… kata teman saya bisa saja dengan menggunakan skala likert… artinya jawaban responden di berikan peringkat.. baru di regresikan… terima kasih…

    Benar, pilihan jawaban tersebut termasuk skala ordinal. Skala ordinal bisa diregresikan. Jika skala ordinal terletak di variabel bebas (independent) bisa dijadikan variabel dummy. Jika skala ordinal terletak di variabel terikat (dependent) bisa menggunakan regresi ordinal logit.
    Tapi menurut saya kalau skala ordinalnya adalah skala likert seperti itu, sebaiknya jangan dipaksakan menggunakan regresi. Banyak alat analisis untuk melihat hubungan pada statistik non-parametrik yang lebih sesuai. Kalau dipaksakan menggunakan regresi untuk skala likert, interpretasi hasilnya seringkali membingungkan/susah untuk dimaknai.

  64. pak,saya ingin menanyakan soal karakteristik dari skala interval,ordinal dan rasio,beserta contohnya.
    makasi pak…

    Bukankah sudah cukup jelas karakteristik dan contohnya dari tulisan di atas Mbak? Atau mungkin bisa lebih dispesifikkan lagi pertanyaannya ?

  65. Assalumuallaikum wr. wb.
    Pak mau tanya nih,
    1. “Hipotesis”untuk uji multivariat itu bgmana ? penulisannya digabung semua variabelnya, apa bisa dirinci per variabel ?
    2. Ukuran kategori baik, sedang dan kurang selain mengacu kpd nilai mean dan median, untuk ukuran yg fixed misalnya baik > 8 pertanyaan, sedang 6 – < 8 dan kurang < 6, ada sumber yang jelas apa tidak ?

    Demikian pertanyaan dari saya, kalau bapak berkenan mohon di jawab via email. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

  66. Assalamu’alaikum wr wb,
    Ma’af Pak Jun, saya mau tanya. Kalau data ordinal tuh ada nilai min dan max nya nggak? Oia Pak saya sekarang sedang proses mengerjakan hasil penelitian dengan menggunakan analisis kluster dan data saya berupa data ordinal, yang saya tanyakan bagaimana caranya menentukan jumlah kelompok optimal? karena kalau pakai dendogram sulit untuk menentukan jumlah kelompok optimal (100 obyek).

    Demikian pertanyaan dari saya, kalau bapak berkenan mohon di jawab via email. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    Jawab: Tidak ada ketentuan baku mengenai nilai minimum dan maksimum dari data ordinal. Jumlah kelompok untuk data ordinal ditentukan secara subjektif, dan disesuaikan dengan jenis data serta bidang keilmuannya.
    Analisis kluster pada dasarnya dapat dibagi dua yaitu kluster (pengelompokan) observasi dan kluster (pengelompokan) variabel. Yang mana mau dikerjakan ?
    Metode kluster juga macam-macam, yang secara umum dapat dibagi atas metode hirarki dan metode non-hirarki. Yang mana mau dipakai ?
    Saya pikir tidak sulit untuk menentukan jumlah kelompok optimal dengan dendogram untuk 100 obyek pengamatan. Coba gunakan SPSS, dengan menu Analysis Clasify, selanjutnya disitu ada beberapa pilihan metode untuk kluster yang bisa disesuaikan dengan jenis dan jumlah data kita. SPSS juga punya fungsi Help dan Tutorialnya, yang membantu kita memahami analisis kluster ini. (Junaidi)

  67. Assalamu’alaikum wr wb.
    pak, saya mau tanya.. untuk mengukur tingkat pengetahuan seseorang itu apa perlu skala juga? kalau perlu apa jenis skala tersebut?
    misalnya saya akan membuat kuesioner berisi 20 pertanyaan, setiap pertanyaan memiliki 1 jawaban yang tepat dari pilihan jawaban yang disediakan. Setiap jawaban yang benar diberi nilai 1 dan jawaban salah diberi nilai 0. Bagaimana saya bisa memasukan kategori tingkat pengetahuan responden tersebut menjadi ‘tingkat pengetahuan baik’, tingkat pengetahuan cukup’, atau ‘tingkat pengetahuan kurang’.
    Saya pernah membaca skala guttman atau skala likert, dimana jenis pertanyaannya ialah memilih antara setuju atau tidak setuju, dan diberi skor 1 atau 0 pada setiap jawaban yang dipilih. Tetapi untuk jenis pertanyaan kuesioner saya, saya bingung termasuk jenis skala apa. Apakah hanya skala interval biasa?
    Maaf ya pak kalau membingunggkan..Terima kasih atas jawabannya..
    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Kalau cara menentukan tingkat pengetahuan seseorang dengan menguji kemampuannya dan memberikan penilaian untuk setiap jawaban seperti itu, maka hasilnya adalah skala interval. Tapi kalau kemudian, nilai total jawaban masing-masing responden dikelompokkan (di range) atas tingkat pengetahuan baik (misalnya nilai 15 – 20), tingkat pengetahuan cukup (misalnya nilai 10 – 15) dan tingkat pengetahuan kurang (misalnya nilai kurang dari 10), maka hasilnya menjadi skala ordinal.
    Demikian kira-kira jawabannya. Maaf terlambat merespons. Lagi ada beberapa kegiatan yang harus diselesaikan. (Junaidi)

    • klo cara pengelompokan menurut prosentase bgnm pak? misal dkatakn kurang jika kurang dari sekian persen, dst. thx

      Secara statistik tidak ada aturan baku untuk pengelompokan data. Semuanya tergantung dari teori atau kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan peneliti sebelumnya dalam mengelompokkan data jenis yang sama.

  68. Ma’af Pak Jun, maksud saya kemarin transformasi data nominal ke interval, ada metode transformasinya nggak Pak? Terima kasih atas jawabannya.


    Jawab:Kalau dari nominal ke ordinal tidak mungkin. Maka lebih tidak mungkin lagi dari nominal ke interval. Ingat, skala interval lebih tinggi dari ordinal. Junaidi

  69. Assalamu’alaikum wr wb,
    Terima kasih Pak atas jawaban sebelumnya Pak, tapi memang tujuan saya memang untuk membandingkan analisis kluster dengan menggunakan data nonmetrik. Oia Pak, saya mau bertanya lagi:
    1. Adakah metode transformasi data nominal ke ordinal?

    Terima kasih atas jawabannya.

    Jawab:
    Kayaknya nggak ada tuh. Karena data nominal sebenarnya adalah data kualitatif yang diberi simbol. Tidak mungkin diordinalkan (diperingkatkan). Tidak mungkin misalnya untuk contoh data nominal jenis kelamin: laki-laki (misalnya diberi simbol 1) dan perempuan (diberi simbol 2), kemudian diordinalkan. Kemungkinan yang bisa adalah, kita mencari karakter tertentu dari kedua simbol nominal tersebut. Misalnya kita ukur tingkat kepedulian antara laki-laki dan perempuan terhadap suatu persoalan. Salam: Junaidi

  70. Assalamu’alaikum wr wb.
    Ma’af Pak saya mau tanya nih tentang variabel penelitian saya.
    1. Dalam penelitian saya menggunakan variabel pendapatan dan pengeluaran perbulan. Kemudian opsi jawabannya berupa a. kurang dari 1 juta b. 1 – 1,5 juta c. 1,5 – 2 juta d. lebih dari dua juta. Apakah ini bisa digolongkan skala ordinal? Kalau tidak bagaimana caranya agar data tersebut menjadi skala ordinal.
    2. Kalau variabel pendidikan terakhir, misalkan dengan opsi jawaban: a. SD; B. SMP; C. SMA; D. DIPLOMA/S1/S2/S3. Maka termasuk skala ordinal nggak Pak? Kalau nggak termasuk skala apa?

    Demikian pertanyaan dari saya. TErima kasih atas jawaban yang diberikan. Oia Pak kalau bisa tolong jawabannya dikirimkan via email.

    Jawab:
    1. Kalau dikelompokkan seperti itu, maka variabel pendapatan dan pengeluaran tersebut sudah merupakan data skala ordinal. Tapi yang perlu menjadi catatan adalah, aslinya variabel pendapatan dan pengeluaran tersebut kan sudah skala interval/ratio. Kenapa harus diordinalkan ? Yang perlu diperhatikan adalah, semakin tinggi skala pengukuran, maka semakin baik pengukuran tersebut dan semakin baik juga alat analisis yang dapat digunakan. Jadi merubah data dari skala interval/ratio ke skala ordinal, sama dengan pemborosan/mubazir.
    2. Ya, benar. Variabel pendidikan terakhir tersebut merupakan skala ordinal. (Junaidi)

    • Ass,
      Pak Junaidi, menyambung pertanyaan Lala, di/pada Agustus 14, 2008 pada 2:50 am,
      jawaban bapak diantaranya “semakin tinggi skala pengukuran, maka semakin baik pengukuran tersebut dan semakin baik juga alat analisis yang dapat digunakan. Jadi merubah data dari skala interval/ratio ke skala ordinal, sama dengan pemborosan/mubazir”
      ada referensinya nggak pak? saya sedang menulis tugas akhir dan sedang mencari referensi untuk hal tersebut.
      mohon bantuannya…

      1. Semakin tinggi skala pengukuran, maka semakin banyak informasi yang diungkap oleh skala tersebut. Misalnya, skala ordinal hanya mengungkap bahwa angka yang lebih besar menunjukkan tingkat yang lebih tinggi. Tetapi berapa selisih dari kedua angka tersebut tidak diketahui. Sebaliknya, pada skala interval/ratio, selisih antara angka diketahui.
      2. Alat analisis umumnya menentukan “skala minimal” dari data yang bisa digunakan oleh alat tersebut.
      Sebagai contoh, korelasi Product Moment membutuhkan data skala minimal interval/rasio. Besaran angka korelasinya bisa Anda artikan. Semakin besar angka korelasi menunjukkan semakin kuat hubungannya
      Chi-square bisa dengan data skala nominal. Tapi besaran Chi_square tidak bisa anda artikan seperti korelasi product moment. Anda hanya bisa menguji signifikan atau tidaknya hubungan tersebut.
      Pernyataan 1 dan 2 umumnya ada di hampir semua buku statistik. Silakan dicari saja.

      3. Merubah data dari skala interval/rasio ke skala ordinal, sama dengan pemborosan ?
      Pernyatan ke 3 ini logika dari dua pernyataan diatas. Saya tidak tahu apakah ada referensi yang menuliskan hal ini.
      Kenapa pemborosan ?
      a. Ketika anda merubah dari skala interval ke skala ordinal berarti anda menghilangkan sebagian informasi dari data Anda. Membuang informasi itu sama dengan pemborosan.
      b. Ketika anda merubah dari skala interval ke skala ordinal berarti anda menghilangkan kesempatan untuk menggunakan alat analisis yang lebih baik. Itu juga pemborosan

      • Perlakukan data sebagaimana aslinya ? saya belum pernah menemukan jurnal atau buku terbitan luar yang membahas transformasi ordinal ke interval. Memang ada buku yang membahas ini tapi terbitan lokal tapi tidak jelas sumbernya dari mana? Trus perhatikan option regresi ordinal di SPSS ? kenapa harus ada analisis ini ? hal ini untuk menjawab ketika dependen variablenya berskala ordinal… Nah lho ?

        Cukup banyak tulisan yang terkait dengan transformasi data ordinal ke interval ini dengan menggunakan berbagai teknik. Diantaranya:
        1. Hays, W. L, 1976. Quantification in Psychology. Prentice Hall. New Delhi.
        2. J. Scott Granberg-Rademacker . 2010. An Algorithm for Converting Ordinal Scale Measurement Data to Interval/Ratio Scale. Educational and Psychological Measurement February 2010 vol. 70 no. 1 74-90
        3. Michael R. Harwell dan Guido G. Gatti. 2001. Rescaling Ordinal Data to Interval Data in Educational Research. Review of Educational Research. Spring 2001 vol. 71 no. 1
        4. Budi Waryanto and Yuan Astika Millafati. 2006. Transformasi Data Skala ordinal ke Interval dengan Menggunakan Makro Minitab. Informatika Pertanian Volume 15, 2006

        Terkait dengan penggunaan data skala ordinal, ada tiga pendapat/aliran:
        1. Perlakukan data ordinal sebagai data ordinal (tentunya sesuaikan alat analisis dengan jenis data ini)
        2. Perlakukan data ordinal sebagai data interval (ketika alat analisis kita butuh data skala interval)
        3. Transformasi data ordinal ke interval (ketika alat analisis kita butuh data skala interval)
        Sampai sekarang perdebatan dari ketiga aliran ini belum selesai (dan memang sebaiknya perdebatan dalam ilmu jangan pernah selesai, karena ini akan semakin menyempurnakan ilmu tersebut).
        Terkait dengan option option regresi ordinal di SPSS, memang itu untuk mengatasi dependent variable kita berskala ordinal. Tetapi kebutuhan untuk mentransformasi data ordinal ke interval berdasarkan beberapa literatur yang mendukungnya, tidak hanya sekedar kepentingan analisis regresi tersebut. Terdapat alat analisis statistik lainnya yang juga butuh dapat skala interval (dan si peneliti ingin/butuh — sesuai dengan tujuan penelitian– alat analisis tersebut).
        Kira-kira begitu menurut saya. Tapi pendapat saya ini bisa salah bisa juga benar. Maklum pengetahuan statistik saya juga masih sangat terbatas, dibandingkan luasnya ilmu statistik yang berkembang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 295 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: